Pelayanan Dispendukcapil Kota Malang yang tampak sepi (Hendra Saputra)
Pelayanan Dispendukcapil Kota Malang yang tampak sepi (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang saat pandemi Covid-19 ini menurun. Rata-rata per harinya hanya melayani kurang lebih 50 sampai 100 orang, dan sangat berbeda ketika sebelum pandemi.

Akibat pandemi Covid-19, jarang orang yang mengurus dokumen kependudukan dengan langsung datang ke Dispendukcapil Kota Malang. Hal itu karena masyarakat Kota Malang peduli dengan akan bahayanya penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Selain Perbup, Struktur Satgas Selama New Normal Juga Dirombak

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Dispendukcapil Kota Malang, Sudarmanto mengatakan bahwa saat ini masyarakat juga jarang yang ke Dispendukcapil kecuali untuk rekam data atau legalisir dokumen kependudukan.

"Satu harinya itu kita, karena kita kan juga sama kelurahan juga (pelayanannya), itu kalau kita buat saja rata-rata 1 kelurahan itu ada 5, 5x57 kelurahan itu sudah sekitar 250an. Itu yang lewat kelurahan saja, untuk yang datang (saat pendemi) mungkin hanya bisa sampai 50 orang per harinya," ujar Sudarmanto.

Sebelum ada Covid-19, Dispendukcapil Kota Malang bisa melayani 500 sampai 600 per hari. Bahkan jika ada suatu momen seperti pendaftaran sekolah, pendaftaran calon aparatur sipil negara (ASN), pendaftaran TNI atau Polri, pelayanan mencapai 1000 orang per harinya.

"Kalau dibandingkan sebelum masa pandemi mungkin 1 hari rata-rata kalau sebelum pandemi bisa sampai 500 sampai 600 pelayanan itu. Bahkan kalau ada momen-momen tertentu itu bisa sampai 1000. Misalnya ada momen pendaftaran sekolah dan lain sebagainya itu kan membutuhkan legalisir," ungkap Sudarmanto.

Meski begitu, Dispendukcapil Kota Malang saat ini juga memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga agar tidak ada penumpukan antrean. Salah satu caranya dimulai dari pintu utama di mana diberlakukan sistem buka tutup. Dalam artian ada satu petugas yang berjaga dan bisa memperhitungkan antrean di dalam kantor.

Dengan begitu masyarakat yang belum mendapat kesempatan, akan antre di luar pintu utama dan menunggu antrean yang sudah di dalam telah selesai. "Meski kami bertatapan langsung dengan masyarakat karena tugas kami juga pelayanan, tapi kami tetap memperhatikan protokol kesehatan. Di depan sudah ada petugas yang menjaga antrean, lalu juga selalu tersedia hand sanitizer serta tempat cuci tangan," jelasnya.

Untuk menghindari berkumpulnya masyarakat yang sangat banyak ketika ada momen tertentu, Dispendukcapil Kota Malang juga mempunyai cara tersendiri di mana saat pandemi ini tetap menjaga dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Kampung Tangguh di Kota Malang Diperkuat Songsong New Normal

Salah satunya seperti yang sudah pernah terjadi, yakni saat ada pendaftaran anggota Polri. Dispendukcapil Kota Malang bekerja sama dengan Polresta Malang Kota untuk pelayanan dokumen yang nantinya diserahkan ke Dispendukcapil untuk kemudian diverifikasi dan dilegalisir.

"Satu contohnya begini. Kemarin pendaftaran Polri, kami bekerja sama dengan pihak Polri itu semua dokumen yang akan dibawa ke Polri itu dihimpun ke Polresta Malang Kota, dari sana nanti ada petugas yang membawa ke sini. Kita verifikasi di sini, kita legalisir di sini, selesai kita kembalikan ke Polresta Malang Kota lagi. Sehingga masyarakat (yang mendaftar untuk menjadi anggota Polri) tidak perlu datang ke Dispenduk tapi bisa datang ke Polresta Malang Kota," tutur Sudarmanto.

Hal yang sama dialami ketika baru-baru ini ada pendaftaran sekolah, Dispendukcapil Kota Malang juga sudah bekerja sama dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang untuk pelayanan dokumen kependudukan.