Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Memasuki masa transisi menuju new normal, Pemerintah Kota Malang bersama jajaran TNI/Polri dan perguruan tinggi terus memperkuat kampung tangguh. Keberadaan kampung tangguh diharapkan mampu meningkatkan kesiapan masyarakat dalam berbagai aspek.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, keberadaan polisi RW di kampung tangguh akan kembali dimaksimalkan. Sederet informasi dan pengetahuan berkaitan dengan pandemi covid-19 akan dipusatkan di masing-masing kampung tangguh.

Baca Juga : Besok Efektif Dimulai, Masa Transisi New Normal Malang Raya Berlangsung 14 Hari

Polisi RW diharapkan dapat melakukan pemantauan secara mendetail. Termasuk menyaring adanya informasi hoax atau informasi tak benar selama pandemi covid-19. Sehingga, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan tanpa ketakutan berlebih lantaran informasi yang salah. "Termasuk juga memantau setiap pergerakan orang yang keluar dan masuk kampung," kata Sutiaji.

Selama masa transisisi new normal, menurut Sutiaji, setiap pergerakan masuarakat yang keluar dan masuk Kota Malang memang harus dipantau ketat. Tanpa kecuali kedatangan warga di sebuah perkampungan. Entah hanya untuk bertamu ataupun pulang kampung pasca-melakukan perjalanan dari luar daerah.

Setiap petugas di perkampungan dan perangkatnya pun diminta untuk melakukan pendataan dan penanganan sebagaimana SOP yang berlaku. Sehingga, hal itu  dapat meminimalisasi adanya kemungkinan penularan covid-19.

"Karena yang paling penting memang pada masyarakat sendiri. Masyarakat yang mengetahui detail aktivitas," tambah pria berkacamata itu.

Sutiaji juga berharap agar pemantauan dari setiap pergerakan masyarakat dapat diketahui oleh masing-masing perangkat dan petugas mulai tingkat RT. Ketika terdapat pasien yang memiliki gejala covid-19, maka proses tracking juga bisa berlangsung lebih mudah dan cepat. "Jika memungkinan akan dilakukan pemantauan berbasis IT," terang Sutiaji.

Baca Juga : Masa Transisi New Normal, Tenan Mall dan Pusat Perbelanjaan Bebas Buka

Sebagai informasi, Malang Raya resmi melakukan masa transisi menuju new normal sejak hari ini, Senin (1/6/2020). Dari hasil pertemuan dan koordinasi yang dilakukan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda Jatim, maka disepakati masa transisi berlangsung selama dua pekan.

Namun, apabila kedisiplinan masyarakat bagus, maka masa transisi bisa dilakukan lebih cepat. Jika sebaliknya, maka masa transisi menuju new normal akan berlangsung lebih lama lagi. Selama masa transisi, masyarakat pun diimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan lebih ketat.