Petugas saat memiliha sampah di TPA, Desa Tlekung, Kecamatan Junjore beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Petugas saat memiliha sampah di TPA, Desa Tlekung, Kecamatan Junjore beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Imbauan menggunakan masker yang dapat dicuci ulang rupanya diperhatikan oleh warga Kota Batu.

Hal itu dilihat dengan berkurangnya jumlah sampah masker di setiap desa di Kota Batu.

Baca Juga : Pemkot Batu Siapkan 2 Shelter Kesehatan bagi Pengirim Sayur ke Luar Kota

“Selama masa pandemi terlebih di awal bulan Maret lalu, ada banyak sampah masker yang sekali pakai, karena untuk mencegah Covid-19,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Arief As Siddiq.

Arief menguraikan, pada Maret lalu, khusus sampah masker medis mencapai 40 hingga 50 kilogram dari 24 desa/kelurahan Kota Batu.

Tapi hingga awal Juni ini, jumlahnya  sudah jauh berkurang. Kini hanya terhitung mencapai 20 kilogram secara total.

“Karena memang warga sudah memperhatikan imbauan dari pemerintah dengan menggunakan masker cuci pakai, sehingga sampah masker medis yang sekali pakai jauh berkurang,” imbuhnya, Sabtu (6/6/2020).

Selain itu, DLH juga menerapkan sistem khusus sehingga sampah masker itu sudah dipilah di masing-masing desa, seperti yang diterapkan pada sampah diapers atau popok. 

Hal ini untuk mempermudah petugas memisahkan sampah tersebut dari sampah lain yang bisa didaur ulang atau dikirim ke TPA. 

Baca Juga : Covid-19 Rentan terhadap Anak, Dokter Ini Beber Fakta-faktanya

Apalagi, sampah masker medis juga merupakan kategori sampah kuning (infeksius) yang membutuhkan pengelolaan sendiri.

Saat ini, sampah masker medis yang sudah dipilah itu akan dihancurkan di Mojokerto.