Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Sebuah riwayat menyampaikan, Rasulullah SAW pernah menyebut seorang sahabat sebagai penghuni surga. Tak hanya satu kali, Rasulullah SAW menyebut sahabat itu sebagai penghuni surga sampai tiga kali secara berturut-turut.

Dr Khalid Zeed Abdullah Basalamah Lc MA atau lebih dikenal sebagai Ustaz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian bercerita, saat itu Rasulullah SAW dan para sahabat sedang berada di antara masa salat, yaitu antara azan dan iqomah.

Baca Juga : Kisah Datang dan Hilangnya Awan dengan Perantara Jari Rasulullah

Waktu itu Rasulullah SAW berkata kepada para sahabat sembari menunjuk pintu Masjid Nabawi, "Nanti sebentar lagi masuk dari pintu ini seorang penghuni surga."

Para sahabat menunggu iqomah dan melihat ke arah pintu yang ditunjuk Rasulullah SAW tersebut. Para sahabat penasaran siapa orang yang dimaksud Rasulullah SAW sebagai penghuni surga karena di saf paling depan telah duduk para sahabat utama Rasulullah SAW seperti Umar bin Khattab hingga Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Ali bin Abi Thalib.

Tiba-tiba masuk dari pintu itu seseorang yang tak dikenal. Dia bukan seorang sahabat yang banyak berkomunikasi dan bersosialisasi dengan sahabat lainnya ataupun sahabat yang ditunjuk untuk meriwayatkan hadis Rasulullah SAW.

Keesokan harinya, ketika tak ada sahabat yang bertanya, maka Rasulullah SAW kembali mengulangi perkataannya tersebut. Rasulullah SAW menyampaikan hal yang sama, bahwa akan ada seorang penghuni surga yang akan masuk dari pintu yang ditunjuk Rasulullah SAW. Lalu para sahabat melihat lagi ke pintu yang sama dan di saf depan juga ada sahabat utama Rasulullah SAW seperti hari sebelumnya.

Ternyata, yang masuk adalah pria yang sama dengan hari sebelumnya. Saat itu, para sahabat diam, iqomah dan melanjutkan salat.

Pada hari ke tiga, Rasulullah SAW menyampaikan hal yang sama lagi di hadapan para sahabat. Kemudian masuk lagi orang yang sama.

Lalu Abdullah bin Umar, salah seorang sahabat Rasulullah yang dikenal sebagai orang yang paling fanatik dengan semua ajaran dan sunah yang dikerjakan Rasulullah SAW pun, merasa penasaran.

Maka ia mendatangi rumah pria yang telah disebut tiga kali oleh Rasulullah SAW sebagai penghuni surga tersebut. Dia datang ke rumah pria itu dan berkata, "Wahai Saudaraku, aku ingin datang bertamu ke rumahmu tiga hari. Apakah boleh?"

Baca Juga : Kisah Dua Remaja yang Luka Parah dan Berhasil Bikin Pasukan Quraisy Ketakutan

Pria itu tak keberatan dan membolehkannya. Kemudian Abdullah bin Umar melihat semua aktivitas pria tersebut. Saat setelah makan malam, orang itu tidur dan sepertiga malam pria itu bangun untuk salat malam. Pagi-pagi saat subuh salat ke masjid dan kembali pulang sarapan dan lain sebagainya. Kegiatan itu sama saja seperti sahabat lainnya.

Hingga akhirnya Abdullah bin Umar mengatakan kepada pria itu bahwa ia bertamu selama tiga hari di rumahnya adalah lantaran memiliki tujuan. Yaitu mencari tahu alasan mengapa dia ditunjuk Rasulullah SAW selama tiga kali sebagai penghuni surga.

Maka pria itu tersenyum dan berkata, "Wahai Ibnu Umar, kalau itu yang mau kau tahu, maka setiap saya letakkan kepala saya dibantal mau tidur di malam hari, saya selalu memaafkan semua orang yang berbuat salah tanpa ada perkataan maaf dari orang itu. Apa pun itu saya maafkan dan bersihkan."

Dari riwayat itu, Ustaz Basalamah menyampaikan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk memaafkan siapa pun yang berbuat salah kepada kita. Allah tidak akan berhenti memberi hukuman kepada orang yang salah terhadap kita meski telah kita maafkan selama orang yang berbuat salah tak bertaubat.