Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Keterlibatan remaja dalam pertempuaran membela Islam bukan hanya terjadi pada masa Perang Badar. Pada masa pertempuran lainnya, dikisahkan  ada para pemuda yang juga memiliki semangat juang tinggi dan berhasil membuat pasukan Quraisy ketakutan.

Salah satunya terjadi pada pertempuarn Hamra' Al-asad, satu hari setelah kekalahan umat muslim dalam Perang Uhud. Dikisahkan, pada saat itu para pasukan muslim yang memiliki banyak luka parah memilih untuk kembali berperang setelah muncul perintah dari Allah SWT agar para pasukan Uhud kembali menyerbu Quraisy dalam kondisi seperti apa pun.

Baca Juga : Sudah Coba Kalkulator Pahala dan Dosa? Ini Penjelasan Pencipta Aplikasi Raqib Atit

Dr Khalid Zeed Abdullah Basalamah Lc MA atau lebih dikenal sebagai Ustaz Khalid Basalamah dalam sebuah kesempatan menyampaikan, pada saat Perang Uhud, ada sekitar 70 pasukan muslim dan sahabat yang gugur secara sahid.

Hingga akhirnya, tersisa 630 pasukan  yang kemudian memilih kembali ke Madinah. Seluruh pasukan yang selamat itu pun memiliki luka yang amat parah. Rasulullah SAW sendiri memiliki luka yang parah pada bagian punggung dan gigi beliau ikut patah.

Para sahabat yang ikut berperang sedikitnya memiliki luka parah pada tubuhnya. Bahkan, terdapat dua orang pemuda yang juga merupakan pasangan kakak beradik yang saat kembali ke Madinah dari medan perang harus diangkat menggunakan kuda.

Sesampainya di rumah, kakak beradik itu hanya bisa tergeletak di atas tempat tidur dan dirawat oleh ibunya. Saat hendak melakukan salat pun, keduanya hanya bisa melakukan setiap gerakan dengan hanya isyarat mata.

Memang parah luka yang dimiliki oleh pasangan kakak beradik itu. Luka serupa juga dirasakan oleh pasukan dan sahabat lain yang terjun dalam Perang Uhud.

Keesokan harinya seteleh pasukan muslim kembali ke Madinah, Rasulullah SAW mendapat perintah agar kembali menyerang Quraisy. Perintah itu juga menyerukan agar tak satu pun pasukan yang telah ikut dalam Perang Uhud tinggal di Madinah.

Mendengar kabar itu, dua kakak beradik yang berada di atas kasur itu pun memilih untuk ikut bergabung dengan pasukan Rasulullah. Keduanya bertekad untuk mengejar pasukan Quraisy dalam pertempuran Hamra' Al-asad. Keduanya tak memperdulikan kondisi fisik yang sudah sangat payah dan luka parah.

Baca Juga : Wafat Lantaran Wabah Penyakit Menular, Sahabat Rasulullah Ini Telah Dijamin Masuk Surga

Keduanya meninggalkan tempat tinggal dan saling seret satu sama lain hingga sampai di hadapan Rasulullah SAW. Semangat keduanya membuat Rasulullah SAW dan para sahabat sangat terharu. Air mata pun menetes di antara pipi Rasulullah SAW dan para sahabat.

Di sisi lain, pasukan perang Quraisy mendengarbahwa  pasukan muslim yang telah kalah dan memiliki banyak luka itu akan kembali menyerang. Hal itu membuat Quraisy ciut nyalinya. Mereka merasa sangat ketakutan dan memilih untuk pergi.

Hingga akhirnya, tersiar berita setelah kekalahan Uhud, pasukan muslim telah berhasil memenangkan pertempuaran di Hamra' Al-asad. Kisah ini pun menunjukkan betapa luar biasanya muslim dalam membela Islam.