Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) didampingi Sekda Kota Malang Wasto (kanan) dan Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto (kiri) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) didampingi Sekda Kota Malang Wasto (kanan) dan Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto (kiri) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pemerintah daerah Malang Raya sepakat melangsungkan New Normal. Selama satu pekan ke depan terhitung mulai Senin (1/6/2020) besok, Malang Raya akan melalui tahap transisi menuju New Normal.

Selama pemberlakuan masa transisi maupun New Normal, semua sektor dapat berjalan seperti semula. Namun harus tetap melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana ketentuan yang dibuat. Mulai dari kewajiban mengenakan masker hingga aturan untuk menjaga jarak atau physical distancing.

Baca Juga : Perbup Malang Soal New Normal Life Rampung, Hari Ini Siap Presentasi ke Gubernur

Khusus untuk mal dan pusat perbelanjaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberi kelonggaran dengan tidak memberi batasan kepada seluruh tenant. Artinya, seluruh tenant yang ada di mal dan pusat perbelanjaan boleh buka secara bebas. Dengan catatan, tetap perhatikan protokol kesehatan.

"Bebas mau jualan apa saja, tidak hanya makanan atau kebutuhan pokok. Tapi semua harus dijaga," katanya, Minggu (31/5/2020).

Pria berkacamata itu menegaskan, pelaksana New Normal adalah upaya mendisiplinkan masyarakat untuk tetap hidup sehat saat berdampingan dengan Covid-19. Berbagai kegiatan perekonomian boleh dilaksanakan seperti semula.

Selama pelaksanaan New Normal, menurutnya ada banyak aturan yang lebih diperketat. Patroli akan ditingkatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mulai dari hal yang paling mendasar yaitu pemakaian masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Meski pusat perbelanjaan dan tempat hiburan telah dibuka kembali, Sutiaji menekankan agar masyarakat juga tetap memperhatikan aturan yang ada. Sehingga tidak memunculkan gelombang ke dua dalam kasus pandemi Covid-19 ini.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak langsung euforia dengan beraktivitas di luar ruangan. Melainkan tetap mengerjakan pekerjaan dan tugas di rumah. Kecuali jika memang mengharuskan pekerjaan itu dilakukan di luar ruangan.

"Kalau beli-beli boleh. Jangan jalan-jalan dulu," terang Sutiaji.

Baca Juga : New Normal, Posko Check Point di Kabupaten Malang Dihentikan

Di sisi lain, setiap mal dan pusat perbelanjaan juga diminta untuk selalu menerapkan sesuai dengan standar operasional peosedur (SOP) yang ditetapkan. Mulai dari penyediaan alat pendeteksi suhu tubuh hingga hand sanitizer dan tempat mencuci tangan.

Selain itu juga memastikan kondisi kesehatan karyawan. Pasalnya, aktivitas yang melibatkan banyak orang bukan tidak mungkin akan memberi risiko lebih besar kepada para karyawan mal dan pusat perbelanjaan.

Sebagai informasi, Malang Raya resmi melakukan masa transisi menuju New Normal sejak Senin (1/6/2020) besok. Dari hasil pertemuan dan koordinasi yang dilakukan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda Jatim, maka disepakati masa transisi berlangsung selama dua pekan.

Namun apabila kedisiplinan masyarakat bagus, maka masa transisi bisa dilakukan lebih cepat. Jika sebaliknya, maka masa transisi menuju New Normal akan berlangsung lebih lama lagi. Selama masa transisi, masyarakat pun diimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan lebih ketat.