Beberapa tim yang bersiapa melakukan rapid test di Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)
Beberapa tim yang bersiapa melakukan rapid test di Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Berkurangnya pasien positif Covid 19 di Kota Batu karena sembuh pada saat berakhirnya masa Pembatasan Sosial Secara Besar Besaran (PSBB) ternyata digantikan dengan pasien positif baru. Tambahan pasien positif berasal dari Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu itu, diketahui pada Minggu (31/5/2020). 

Pasien baru ke-13 itu diketahui seorang perempuan usia 72 tahun. Keseharian pasien asal Dusun Kedung Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji itu bekerja sebagai tukang pijat. Dengan bertambahnya tukang pijat yang positif ini, maka sudah ada 6 pasien di desa Giripurno yang terkena Covid-19.

Baca Juga : Hasil Tes 146 ODR di Desa Giripurno Cukup Menggembirakan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan PenanganCovid 19 Kota Batu, M. Chori mengatakan, riwayat penyakit pasien konfirm ke-13 itu sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dengan kronologis pada 23 Mei 2020 pasien masuk RS Punten dengan keluhan diare, lemas dengan penyakit penyerta (komorbid) hipertensi yang tidak terkontrol.

“Selanjutnya pasien dirujuk ke RS Karsa Husada pada 26 Mei 2020 dan langsung dilakukan Swab test pada hari itu juga dan hasilnya baru keluar siang tadi 31 Mei 2020,” ucapnya.

Sedangkan riwayat pasien itu tinggal sendiri di rumahnya dengan pekerjaan sebagai tukang pijat. Namun menurut  keterangan saudara dari pasien itu sudah hampir 3 bulan tutup tidak memijat. 

“Pasien juga tidak memiliki riwayat perjalanan maupun kedatangan tamu,” imbuh Chori. Tindak lanjut yang dilakukan tim adalah melakukan pelacakan yang ada kontak erat dengan pasien.

Yang memiliki kontak erat itu pada 2 keluarga dekat. Yakni keluarga dekat sebagai keponakan pasien yaitu Ibu S dan Bapak A. Bapak  A sebagai pedagang bunga yang  mengirim ke pasar Singosari, namun berdasarkan informasi  sudah hampir 2 minggu ini tidak kirim Bunga.

Baca Juga : Peningkatan ODRM di Desa Giripurno Tembus 146 Orang dalam Sehari

“Sedangkan  Ibu S, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, namun yang bersangkutan menolak untuk dilakukan rapid test dan saat ini sedang dilakukan persuasi petugas puskesmas. Saat ini Ibu A sedang menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.