MALANGTIMES - Jumlah kasus konfirm Covid-19 dalam sepekan tidak ada pergerakan di Kota Batu. Namun sehari menjelang berakhirnya Pembatasan Sosisal Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, ada peningkatan yang cukup pesat pada Orang Dalam Risiko (ODR) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Batu.

Hal itu terlihat dari data Dinas Kesehatan Kota Batu perbandingan pada Kamis (28/5/2020) dan Jumat (29/5/2020). Dalam sehari itu ada peningkatan mencapai 146 orang. 

Baca Juga : BPJS Kesehatan Malang Terima Klaim Pasien Covid-19 Senilai Rp 4 Miliar

Penambahan 146 orang ini merupakan warga Desa Giripurno, yang saat ini masih dalam melakukan isolasi mandiri,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori.

DIa lantas menyebutkan, dari total 3.667 orang yang dipantau, saat ini masih ada 1475 orang dalam masa pemantauan, dan selesai pemantauannya 2.192 orang. Dengan jumlah ODR terbanyak ada 618 di Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji. 

“Dan memang 146 orang tersebut dari 7 RT di Desa Giripurno, isolasi mandiri itu dilakukan melihat jumlah kasus konfirm Covid-19 di sana tembus 4 orang dan satu meninggal,” jelasnya.

Hingga saat ini, warga Desa Giripurno masih melakukan isolasi mandiri. Untuk kebutuhan sudah dijamin dengan dihadirkan dapur umum untuk warga Desa Giripurno.

Disusul di Kecamatan Batu ada dua kelurahan, yakni di Kelurahan Temas ada 216 orang dan Kelurahan Sisir ada 119 orang. Kemudian Orang Tanpa Gejala (OTG) ada peningkatan sejumlah 28 orang, yakni 304 orang. 

Dengan 91 orang di antaranya dalam pemantauan, dan 213 orang selesai pemantauan.  Lalu Orang Dalam Pemantauan (ODP) tidak ada penambahan masih 294 orang. Rinciannya 47 orang dalam pemantauan, dan 247 orang selesai pemantauan.

Baca Juga : Kota Batu Bakal Karantina Lokal Desa Giripurno, Ini Penyebabnya

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada penambahan 2 orang, saat ini tercatat ada 67 orang. Dengan rincian 22 orang masih dipantau dan 38 orang sudah selesai pengawasan dan 7 orang meninggal dunia. 

Sementara itu kasus konfirm Covid-19 masih bertahan di angka 12 pasien. Dengan 8 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Karsa Husada.