Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Bulan suci Ramadan tentu menjadi hari yang begitu dinantikan umat muslim. 

Selama Ramadan, umat muslim diharuskan menahan lapar, dahaga, hingga hawa nafsu. 

Baca Juga : Demi Menjamu Tamu Rasulullah, Sahabat Ini Rela Biarkan Istri dan Bayinya Kelaparan

Itu sebabnya, umat muslim diajak untuk senantiasa meningkatkan keimanan selama bulan suci Ramadan.

Namun ternyata, ada kisah lucu yang terjadi di bulan suci Ramadan dan disaksikan oleh Rasulullah SAW. 

Kisah itu melibatkan seorang sahabat Rasulullah SAW yang miskin yang terjadi saat siang hari usai salat zuhur.

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, kisah itu bermula ketika ada seorang laki-laki sahabat yang datang pada majelis Rasulullah SAW.

Saat itu siang yang sangat panas dan terik, laki-laki itu mendatangi Rasulullah SAW dan mengatakan jika ia telah binasa. 

Dia mengatakan hal tersebut dengan nada penuh penyesalan dan seolah-olah telah sampai di batas usianya.

Rasulullah SAW dan para sahabat yang berada di majlis pun saat itu sedikit kebingungan dengan pernyataan pria itu. 

Para sahabat bahkan menduga jika pria itu baru saja membunuh seseorang.

Singkat cerita, pria itu kemudian menyampaikan apa yang terjadi pada dirinya, sehingga membuat ia mengatakan jika ia binasa.

Pria itu menyampaikan jika ia baru saja menggauli istrinya di siang hari, padahal saat itu merupakan bulan suci Ramadan.

Rasulullah SAW pun menyampaikan jika pria itu bisa mengganti dan menebus kesalahannya dengan membebaskan budak. 

Pria itu berkata jika ia tak memiliki budak untuk dibebaskan.

Kemudian Rasulullah SAW memberikan pilihan ke dua, yaitu melakukan puasa berturut-turut selama dua bulan.

Baca Juga : Ditunjuk Sebagai Khalifah, Sahabat Rasulullah ini Menolak Dua Kali dan Memilih Mati

Lantas pria itu menjawab, "Ya Rasulullah, ini baru beberapa hari saja sudah nggak tahan, apalagi dua bulan berturut-turut,".

Rasulullah SAW kemudian kembali menyarankan agar sahabat tersebut mengganti kesalahannya dengan memberi makan 60 orang miskin. 

Sahabat itupun tak bisa memberi makan kepada orang lain lantaran dia juga seorang yang miskin.

Lantas Rasulullah SAW pun terdiam sejenak dan orang tersebut masih berada di majelis Rasulullah SAW.

Hingga tak lama kemudian, datang seorang pria yang membawa kurma untuk disedekahkan. 

Lalu Rasulullah memberikan kurma itu kepada pria yang telah menggauli istrinya di siang hari tersebut.

Rasulullah meminta pria itu membagikan dan menyedekahkan kurma tersebut untuk menebus kesalahannya. 

Kemudian pria itu berkata, "Ya Rasulullah SAW, demi Allah di Madinah tidak ada orang yang lebih miskin daripada saya,".

Artinya dia berkata jika ia lebih berhak terhadap kurma tersebut. 

Maka Rasulullah SAW dan para sahabat di dalam majlis itu pun tertawa, dan Rasulullah SAW berkata, "Maka makanlah kurma itu,".