Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Allah berfirman dalam QS al Hasyr ayat 9 yang kurang lebih berbunyi, "Mereka mendahulukan orang lain walaupun kondisi mereka dalam kondisi sulit,". 

Ayat tersebut tentu menjadi pembelajaran tersendiri bagi umat muslim, termasuk Asbabunnuzul diturunkannya ayat tersebut.

Baca Juga : Ditunjuk Sebagai Khalifah, Sahabat Rasulullah ini Menolak Dua Kali dan Memilih Mati

Dikisahkan, sebelum turunnya ayat tersebut, Rasulullah SAW telah kedatangan seorang tamu. 

Namun saat tamu tersebut hadir, Rasulullah SAW tak memiliki sedikitpun makanan untuk disuguhkan pada tamunya, kecuali hanya minuman.

Ustadz Ahmad Sujai, Lc dalam sebuah kajian menyampaikan, ketika itu Rasulullah SAW mendatangi istri-istrinya. 

Beliau bertanya, "Apakah ada makanan di antara kalian dan yang kalian simpan dan miliki?".

Para istri Rasulullah SAW kemudian menjawab jika tak ada di antara mereka yang memiliki makanan kecuali hanya air untuk diminum. 

Lantaran tak ada makanan sedikitpun, maka Rasulullah SAW kemudian bertanya kepada para sahabat.

"Siapakah yang mau menjamu tamu Rasulullah?" tanya Rasulullah SAW kepada para sahabat.

Kemudian berdirilah seorang pria anshar yang menyampaikan kesiapannya menjamu tanu tersebut dan membawa tamu tersebut ke rumahnya. 

Lalu bertanyalah dia kepada istrinya apakah ada makanan untuk tamu Rasulullah SAW.

Istri sahabat Rasulullah SAW itu menjawab jika ia hanya memiliki sepotong roti yang mestinya diberikan kepada anaknya. 

Lalu sahabat tersebut meminta istrinya memberikan roti tersebut kepada sang tamu.

Dia juga meminta agar sang istri menidurkan bayi mereka agar bayinya tak merasa kelaparan dan bangun di pagi hari.

Baca Juga : Bimbang Memilih Punya Mata atau Surga, Jawaban Sahabat Ini Membuat Rasulullah Tersenyum

Bukan hanya itu, sang sahabat juga meminta agar istrinya mematikan lampu saat tamu Rasulullah SAW tersebut datang ke rumahnya. 

Maka disuguhkan lah roti yang hanya satu potong tersebut kepada sahabat Rasulullah SAW.

Sedangkan piring juga ditaruh di depan sahabat Rasulullah SAW beserta istrinya. 

Ke tiganya pun seolah sama-sama makan. 

Padahal, malam itu hanya sang tamu saja yang bisa menyantap makanan, sedangkan sahabat dan istrinya sengaja menahan lapar.

Singkat cerita, sang tamu pun kemudian berpamitan. 

Kemudian keesokan harinya, sahabat Rasulullah SAW tersebut bersama istrinya menyampaikan kabar kepada Rasulullah SAW jika mereka telah menjamu tamu tersebut.

Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Wahai keluarga yang mulia. Sesungguhnya Allah bangga kepada kalian berdua dan terhadap apa yang kalian lakukan semalam, yang kalian jamu itu adalah sahabat Rasulullah SAW,".

Lalu turun QS al Hasyr ayat 9 yang menunjukkan pujian atas sikap mereka. Ayat tersebut secara lengkap berbunyi, "Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung,".