Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Dalam berbagai riwayat disebutkan, Rasulullah SAW dan pasukan muslimin pernah tumbang dalam Perang Uhud. 

Pada awal peperangan tersebut, kaum muslimin mengalami kekalahan dan banyak di antara para sahabat yang mengalami luka berat.

Baca Juga : Ahli dari UIN Malang Beberkan Makna Mukjizat dalam Perspektif Barat

Salah satu sahabat yang mengalami luka cukup parah adalah Qatadah bin Nu’man. 

Sebuah panah menancap pada bagian bola matanya. 

Darah segar pun mengalir deras tanpa henti dari mata salah satu sahabat utama Rasulullah SAW itu.

Saat itu, para sahabat pun sebagian hendak mengambil anak panah yang tertancap pada bola mata Qatadah. 

Namun, sebagian lagi memilih untuk menyampaikan kabar tersebut kepada Rasulullah SAW. 

Saat mendengar kabar itu, Rasulullah SAW meminta agar Qatadah mendatangi beliau.

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan, kondisi mata Qatadah yang luka parah itu memang sangat sulit dan mustahil untuk diobati. 

Namun dengan keutamaan yang dimiliki Rasulullah SAW, maka mata dari Qatadah bisa sembuh.

Sebelum mencabut anak panah dari bola mata Qatadah, Rasulullah SAW terlebih dulu bertanya kepada Qatadah. 

Saat itu, Qatadah dihadapkan pada dua pilihan oleh Rasulullah SAW. 

Pilihan itu adalah mencabut anak panah tersebut dari mata Qatadah, tetapi tak menjamin mata Qatadah pulih seperti semula.

Sehingga Rasulullah SAW meminta Qatadah bersabar dengan pilihan pertama tersebut dan dijanjikan surga oleh Rasulullah SAW. 

Kemudian pilihan ke dua adalah, Rasulullah SAW akan mencabut anak panah dari mata Qatadah dan ada jaminan matanya akan pulih kembali. 

Namun, tak ada janji surga dalam pilihan ke dua tersebut.

Baca Juga : Istilah "Saya Maafkan tapi Tidak Saya Lupakan", Benarkah? Begini Penjelasan Quraish Shihab

"Wahai Abu Qatadah, jika kau sabar kau akan masuk surga. Tapi jika engkau mau aku akan mendoakanmu dan tak ada jaminan surga," kata Rasulullah SAW saat itu.

Saat dihadapkan dengan dua pilihan tersebut, Qatadah pun terdiam sejenak. 

Dia berpikir keras dengan pilihan apa yang ia ambil. 

Terlebih, saat itu Qatadah disebutkan akan segera menjalankan pernikahan.

Tak disangka, Qatadah saat itu menjawab jika ia ingin matanya pulih kembali. 

Namun, ia juga meminta kepada Rasulullah SAW agar didoakan untuk bisa masuk surga yang dijanjikan Allah SWT kepada umat muslimin.

Jawaban Qatadah itu pun disebut telah membuat Rasulullah SAW tersenyum. 

Tak lama, Rasulullah SAW pun mencabut anak panah yang menancap pada bola mata Qatadah. 

Selang beberapa saat setelah anak panah tercabut, Qatadah menyebut jika matanya telah kembali pulih. 

Dia pun bisa melihat dalam kondisi normal, seperti tak terjadi apa-apa pada matanya.

Kisah Rasulullah SAW yang menyembuhkan mata seorang sahabat tersebut menjadi salah satu keutamaan dan mukjizat Rasulullah SAW. 

Selain mampu menyembuhkan manusia, Rasulullah SAW juga memiliki banyak mukjizat lainnya. Mulai dari keutamaan beliau terhadap awan, air, hingga hewan.