SMAN 4 Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)
SMAN 4 Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hingga kini belum ada penurunan kasus Covid-19 di Indonesia. Sudah berbulan-bulan lamanya masyarakat di rumah saja dan melakukan work from home. Siswa-siswi dan mahasiswa juga belajar dari rumah.

Baru-baru ini, pemerintah menggulirkan wacana The New Normal atau Kenormalan Baru. Masyarakat diajak untuk hidup berdamai dengan Covid-19.

Baca Juga : Wakil Menag Beberkan Fleksibilitas Islam Saat Pandemi di Halalbihalal Virtual UIN Malang

New normal sendiri adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal. Namun, perubahan ini ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang-Batu (Kota Malang-Kota Batu) Dra Ema Sumiarti MSi terus mensosialisasikan protokol kesehatan untuk The New Normal ini kepada SMA/SMK Wilayah Malang dan Batu.

Salah satunya tadi pagi (Kamis, 28/5/2020) dalam acara Serah Terima Jabatan Kepala SMA/SMK Negeri di Lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu di Aula Tugu Kota Malang.

Dalam kesempatan tersebut, Ema membeberkan 4 protokol kesehatan. Pertama protokol kesehatan berangkat ke sekolah (perjalanan mulai dari rumah sampai di sekolah). Kedua, protokol kesehatan selama di sekolah untuk guru dan tendik (aktivitas di sekolah guru dan tenaga kependidikan).

Ketiga, protokol kesehatan selama di sekolah untuk siswa (di lingkungan sekolah, di kelas, di lab/tempat praktek, tempat ibadah). Keempat, protokol kesehatan pulang dari sekolah (perjalanan mulai dari sekolah sampai di rumah).

"Setiap sekolah harus mempunyai SOP The New Normal Life atau SOP Protokol Kesehatan disesuaikan dengan sekolah masing-masing," ucapnya.

Dikatakan Ema, tiap sekolah nanti wajib memiliki satgas Covid-19. Siswa yang masuk wajib memakai masker. Kemudian wajib mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Pembelajaran di kelas dilakukan dengan jaga jarak sehingga kelas yang banyak siswanya juga akan dibagi.

"Yang penting dari The New Normal itu pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak," tegasnya.

Saat ini, sekolah-sekolah di wilayah Malang-Batu sudah melakukan banyak persiapan. Mulai dari pembersihan sekolah (juga disemprot dengan disinfektan), penataan kursi, memperbanyak tempat cuci tangan, dan menyediakan hand sanitizer.

Kepala SMAN 4 Malang Budi Prasetyo Utomo menyatakan, sarana prasarana SMAN 4 untuk The New Normal sudah siap.

"Sarana prasarana kita sudah siap semua. Yang belum tinggal menyampaikan informasi bahwa anak belajar di rumah (isolasi mandiri) selama 14 hari menjelang masuk," ucapnya.

Soal siswa yang terlebih dahulu harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing ini akan segera disampaikan ke wali murid. Sehingga saat masuk sekolah nanti benar-benar sesuai sesuai dengan protokol kesehatan.

"Kita tidak tahu yang di luar jangkauan kita. Tapi saat di dalam (sekolah) kita berupaya untuk memenuhi protokol kesehatan yang diharapkan," ucapnya.

Soal cuci tangan yang diperbanyak tak jadi soal bagi SMAN 4. Sebab, tempat cuci tangan di sana sudah cukup.

"Sebetulnya kita nggak nambah juga karena ada di sini sekolah adiwiyata sehingga cuci tangan sudah banyak, sudah mencukupi," tandasnya.

Baca Juga : Siswa Lulusan IPS dan Bahasa Kini Tak Bisa Ambil Kuliah Jurusan IPA

Persiapan The New Normal juga dilakukan oleh SMKN 4 Malang. Kepada media ini Kepala SMKN 4 Malang Wadib Su'udi menyampaikan, ada beberapa hal yang dilakukannya untuk The New Normal.

"Pertama, saat anak masuk, protokolernya adalah mulai cuci tangan, kemudian mengukur suhu badan, kemudian yang ketiga adalah menggunakan masker," ucapnya.

Kedua, istirahat siang siswa tetap harus berada di sekolah. Kantin sekolah juga ditutup. Sehingga siswa nantinya membawa bekal.

"Ketiga, protokoler saat pulang yaitu sama dengan saat masuk. Harus dikontrol suhunya, harus cuci tangan, pakai masker, terus pulang," sambungnya.

Hal ini juga berlaku untuk guru. Suhu tubuh guru juga harus diperiksa, menggunakan masker, dan cuci tangan. Sekolah sudah menyiapkan westafel-westafel dan hand sanitizer. Hand sanitizer akan diberikan kepada wali kelas dan ketua kelas.

Selanjutnya, soal masker. Siswa harus membawa masker sendiri. Namun, kata Wadib, sekolah harus menyiapkan cadangan masker.

"Semua sekolah harus punya cadangan yang cukup dengan jumlah siswa. Kalau siswanya 3 ribu ya 3 ribu (masker). Tapi tetap anak-anak harus bawa sendiri. Dari sekolah hanya cadangan saja," tandasnya.

Dana untuk masker dan lain-lain ini nanti akan diambilkan dari dana BOS karena ini merupakan bagian dari kegiatan belajar mengajar. Mulai dari belajar menjaga kebersihan, menjaga jarak, dan lain-lain.

"Jadi tetap harus tertib. Di kelas pun guru harus memeriksa semua harus tetap pakai masker," tandasnya.

Terakhir, setiap pulang sekolah, siswa akan disemprot disinfektan terlebih dahulu.

Dalam kesempatan tersebut Ema juga menyampaikan, setiap kabupaten dan kota mempunyai kearifan lokal dan kekhasan tersendiri. Khususnya lembaga sekolah, baik SMA maupun SMK dalam menyelenggarakan pendidikan.