Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid dalam halalbihalal virtual UIN Malang. (Foto: istimewa)
Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid dalam halalbihalal virtual UIN Malang. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang juga berarti larangan berkumpul tak membuat semangat para pimpinan, dosen, dan karyawan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) surut bersilaturahmi. Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg mengundang seluruh dosen dan karyawan untuk halalbihalal secara virtual melalui aplikasi teleconference Zoom, Selasa (26/5/2020).

Istimewanya, dalam halalbihalal tersebut juga hadir Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi. Ia bersyukur bahwa UIN Malang masih menjaga tradisi halalbihalal di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga : Pakar Pendidikan Kritisi Kebijakan Belajar Online

Dalam konferensi virtual yang dihadiri ratusan dosen dan karyawan tersebut, ia menerangkan betapa indahnya beragama di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Di sini kita lihat fleksibilitas dari penerapan hukum Islam yang kita imani," ucapnya.

Menurutnya, fleksibilitas tersebut berkaca pada ajaran ulama terdahulu bahwa dalam beribadah tidak perlu menyulitkan diri sendiri. Ada kondisi normal dan juga tak normal saat melakukan ibadah.

"Di tengah pandemi ini, sifat fleksibilitas tersebut menjadi pedoman ulama kini untuk mengkaji ulang cara beribadah agar tetap pada esensi dan tidak menyalahi syariat," tuturnya.

Ia menjelaskan, bahwa kondisi tak normal atau darurat membuat umat agama manapun untuk menyesuaikan tata cara ibadah.

Baca Juga : Keluh Kesah Mahasiswa UB karena Wisuda Harus Diundur di Tengah Pandemi Covid-19

"Salat Jumat, Salat Id, dan acara keagamaan lain yang biasa dilaksanakan bersama-sama menjadi tidak biasa saat pandemi," ujar bapak kelahiran 1963 di Jepara ini.

Ia juga tidak ingin ada yang mengabaikan anjuran pemerintah hanya demi memaksakan diri melaksanakan ibadah secara normal. Semua anjuran pemerintah tentu sudah melalui diskusi yang matang dengan berbagai pihak sehingga sepatutnya warga negara tunduk dan patuh demi keselamatan jiwanya.