Foto ilustrasi (quipper.com)
Foto ilustrasi (quipper.com)

MALANGTIMES - Pandemi covid-19 memang mengubah banyak hal. Termasuk seleksi penerimaan mahasiswa baru. 

Baca Juga : Akademisi UIN Malang Bahas Seni Manajemen dalam Alquran

Tahun ini, siswa jurusan ilmu pengetahuan sosial (IPS) dan bahasa tidak diperkenankan untuk lintas jurusan atau memilih jurusan kuliah yang berbeda dari jurusan sewaktu tingkat SMA.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) Prof Budi P. Widyobroto saat wawancara live di TV belum lama ini. Untuk itu, Budi memohon maaf kepada para siswa yang berasal dari jurusan IPS dan bahasa. Dia menjelaskan, kebijakan ini diterapkan berdasarkan kajian-kajian yang telah dilakukan.

"Mohon maaf teman-teman yang dari IPS dan bahasa. Itu karena kajian kita juga sudah menunjukkan kalau berasal dari bahasa atau IPS, mengambil program studi misalnya kedokteran atau fisika, itu tingkat kegagalannya tinggi," jelas dia.

Pembatasan ini ditetapkan berdasarkan kajian yang dimiliki Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). "Kami punya nilai subtes di TPS itu. Kami hubungkan dengan IPK pada waktu mahasiswa di perguruan tinggi masing-masing dan itu muncullah nanti ada pembatasan-pembatasan itu," jelas Budi.

Sementara siswa jurusan IPA bisa memilih dua program studi (bisa di perguruan tinggi yang sama atau berbeda), bisa memilih entah dua-duanya jurusan IPA atau satu IPA satu IPS, atau dua-duanya IPS.

"Kemudian yang penting kami sampaikan di sini, jurusan SMA atau yang sederajat, entah SMK dan sebagainya, itu sekarang kita sudah ada panduannya. Termasuk pada waktu nanti adik adik mendaftar itu. Misal saya jurusan IPA, saya diizinkan untuk memilih program studi apa saja.' Itu sudah ada," beber Budi.

Baca Juga : Tertinggi Nasional, 13 Ribu Siswa Jatim Lolos SNMPTN

Sebagai tambahan informasi untuk berita Inilah 4 Perubahan Pelaksanaan UTBK di Masa Covid-19 sebelumnya, materi tes yang diujikan dalam ujian tulis berbasis komputer (UTBK) 2020 nanti hanyalah tes potensi skolastik (TPS).

TPS adalah salah satu jenis tes yang mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi. Kemampuan ini meliputi kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.

Budi menyatakan, kebijakan ini ditetapkan usai LTMPT melakukan kajian-kajian. "Mengapa kami termasuk berani memilih hanya TPS yang kami ujikan untuk proses seleksi,  itu juga sekali lagi sudah kami pertimbangkan semuanya," tandasnya.