Petugas PMK Kabupaten Malang saat berupaya mengevakuasi sarang tawon jenis Vespa Affinis (Foto : PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Petugas PMK Kabupaten Malang saat berupaya mengevakuasi sarang tawon jenis Vespa Affinis (Foto : PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kabupaten Malang memiliki sejumlah hewan endemik yang terkategori berbahaya karena berbisa dan masih ditemui hidup liar.

Ada dua jenis hewan yang cukup sering meresahkan masyarakat, hingga membutuhkan penanganan dari petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Pakar Biomolekuler Paparkan Strategi "Tidak Bosan" untuk Jaga Imunitas

Berdasarkan data yang dihimpun PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran), terdapat 16 kasus evakuasi binatang yang masuk ke rumah serta pemukiman warga di Kabupaten Malang.

”Permintaan evakuasi yang pernah kami tangani sejak Januari hingga pertengahan Mei (2020), adalah binatang liar jenis tawon, ular, hingga biawak,“ kata Kepala bidang PPBK Kabupaten Malang, Goly Karyanto.

Selain permintaan evakuasi satwa liar, lanjut Goly, PMK Kabupaten Malang juga pernah diminta oleh warga untuk mengevakuasi hewan peliharaan. Salah satunya adalah kucing.

”Permintaan evakuasi hewan peliharaan tidak terlalu banyak, yang paling sering kami evakuasi itu satwa liar. Yaitu tawon sama ular,” ungkap Goly saat dikonfirmasi media online ini.

Meski tidak menjelaskan secara spesifik, namun teror dua hewan berbisa tersebut sudah marak terjadi sejak 2 tahun silam. 

Hingga akhir tahun 2019 lalu, lebah jenis Vespa Affinis atau yang dikenal dengan sebutan tawon ndas ini, sudah “meneror” warga Kabupaten Malang sebanyak 10 kasus.

”Jumlah kasus tahun 2019 lalu, meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2018. Sebab tahun itu (2018) hanya ada 3 kasus,” ungkap Goly.

Baca Juga : Warganet Buat Sketsa Wajah Dokter di Atas Roti, Apresiasi Pejuang Garda Terdepan Covid-19

Bergeser ke jenis hewan berbisa lainnya, sepak terjang naja sputatrix atau yang lebih dikenal dengan sebutan ular kobra jawa ini, juga sering menebar teror di Kabupaten Malang.

Sebelum tahun 2020, pada tahun 2019 silam, ular berbisa jenis ini sudah menebar teror sebanyak 6 kasus hingga akhir tahun 2019. 

”Kami sering mendapat permintaan evakuasi ular di wilayah Kecamatan Wagir, Kepanjen, dan Pakisaji. Kalau evakuasi tawon, paling banyak terjadi di Kecamatan Gondanglegi, dan Kepanjen,” ujar Goly.