Diskusi tematik "Al-Qur'an dan Mukjizat" dalam acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)
Diskusi tematik "Al-Qur'an dan Mukjizat" dalam acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Allah memberikan nabi-nabinya berbagai macam mukjizat. Nabi Musa contohnya yang bisa membelah lautan dengan tongkat, atau Nabi Isa yang bisa menghidupkan orang mati, hingga Nabi Muhammad yang bisa mengucurkan air melalui ujung jemarinya.

Lantas apa sih mukjizat itu? Mengapa Allah memberikannya kepada para Nabi?

Baca Juga : Ternyata Ini Alasan Mengapa Surat Al-'Alaq yang Pertama Diturunkan Allah

 

Profesor dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) Prof Dr H M Zainuddin MA menyampaikan bahwa mukjizat adalah sesuatu kemuliaan atau kehormatan atau keistimewaan yang diberikan kepada para nabi.

"Mukjizat adalah kelebihan yang diberikan Allah kepada para rasulnya untuk melemahkan para penentangnya," ucap pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang tersebut.

Sebelum Nabi Muhammad, nabi-nabi yang sebelumnya banyak mendapatkan mukjizat. Beberapa di antaranya seperti Nabi Musa dengan tongkat ajaibnya atau Nabi Isa yang dapat menyembuhkan orang sakit bahkan menghidupkan orang yang sudah meninggal. Mukjizat diberikan oleh Allah sebagai satu keistimewaan dan kekuatan.

Dikatakan Profesor Bidang Sosiologi Agama ini, Nabi Muhammad mempunyai mukjizat yang paling besar/agung, yaitu Al-Qur'an.

"Nabi Muhammad memiliki mukjizat yang banyak, di antaranya yang tertinggi, yang paling mulia, adalah Al-Qur'anul Karim yang sampai hari ini menjadi pegangan untuk umatnya," tuturnya.

Lantas mengapa Nabi Muhammad tidak diberi mukjizat dalam bentuk tongkat seperti Musa atau bisa menyembuhkan orang yang sakit seperti Isa? Mengapa Al-Qur'an?

Baca Juga : Ternyata Ini Alasan Mengapa Al-Qur'an Diturunkan ke Bangsa Arab dengan Bahasa Arab

 

"Karena mukjizat-mukjizat yang lain itu sudah diberikan kepada para nabi-nabi yang lain sehingga Nabi Muhammad diberikan mukjizat yang itu bersifat langgeng, abadi, dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada mukjizatnya yaitu Al-Qur'an maka akan selamat selamanya," katanya.

Para ilmuwan juga sudah mengakui Al-Qur'an sebagai mukjizat karena isinya yang kompatibel dengan ilmu pengetahuan.

Prof Zainuddin menjadi salah satu narasumber dalam diskusi tematik "Al-Qur'an dan Mukjizat" pada acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. Acara yang disiarkan di TV setiap hari ini digelar di hall Rektorat UIN Malang. Jumlah peserta yang datang terbatas dan tetap memperhatikan physical distancing. Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bertindak langsung sebagai host.

"Jadi mukjizat sesungguhnya perangkat yang diberikan Allah kepada rasulnya dalam rangka menyampaikan risalahnya," pungkas Prof Haris menyimpulkan.