Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Galih Nusantoro  (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)

MALANGTIMES - Terjadi lonjakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Senin (18/5/2020). Dimana, per hari ini didapati 14 kasus positif Covid-19 yang didominasi oleh karyawan pabrik rokok di Kecamatan Pakel.

"Hari ini kita mendapati 14 pasien yang dinyatakan konfirmasi positif," ujar wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro.

Baca Juga : Boleh Bekerja di Kantor, Ini Kalangan yang Dikecualikan Selama PSBB Malang Raya

Dari tambahan 14 kasus itu, 13 diantaranya berasal dari karyawan pabrik rokok, sedang sisanya adalah S (62) dari Pakel yang sebelumnya pasien dalam perawatan (PDP) yang dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Secara klinis karyawan pabrik rokok ini berstatus OTG (orang tanpa gejala). Seluruh pasien positif Covid-19 ini sekarang dirawat di rusunawa IAIN Tulungagung.

Tambahan pasien positif ini tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Sendang 1 orang, Karangrejo 2 orang, Pakel 3 orang, Gondang 6 orang, Kauman 1 orang dan Boyolangu 1 orang.

"Hasil RDT yang kita lakukan di pabrik rokok sudah keluar semua," terang Galih.

Sebelumnya ada sekitar 241 karyawan pabrik rokok yang dilakukan rapid tes. Dari jumlah itu 24 diantaranya reaktif rapid test. 10 orang dari Kediri dan sisanya dari Tulungagung. 14 orang reaktif itu, 1 diantaranya dinyatakan negatif.

Untuk memastikan Covid-19 sudah tuntas di pabrik rokok itu, hari ini juga telah dilakukan RDT terhadap 140 karyawan dan hasilnya 5 orang reaktif dan mereka langsung dikarantina.

"Jadi sebenarnya di kawasan tersebut (di pabrik rokok dan sekitarnya) setelah dilakukan karantina sudah dipastikan tidak ada transmisi lokal lagi," terangnya.

Saat disinggung asal penularan karyawan pabrik rokok ini, Galih menjelaskan kemungkinan berasal dari karyawan pabrik rokok di Pakel yang berasal dari Kediri.

Dirinya beralasan, karyawan di Kediri sudah dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di RSUD Gambiran sejak 27 April lalu. Sedang kasus reaktif pertama pabrik rokok diketahui pada tanggal 1 Mei lalu.

"Kemungkinan besar begitu, setelah itu tanggal 2 (Mei) kita RDT masal," kata Galih.

Baca Juga : Teruntuk Warga Kota Malang, Ini yang Boleh Dilakukan dan Tidak Selama PSBB

Galih menganggap terlalu dini mengatakan pasien ini berasal dari cluster pabrik rokok Tulungagung. Pasalnya untuk membuktikan itu harus dilakukan pelacakan asal muasal penularan Covid-19 karyawan pabrik rokok.

"Mereka juga harus melakukan tracing ketat pasien di wilayahnya supaya itu tampak, kita kan tracingnya ketat," lanjutnya. 

Penyebutan cluster pabrik rokok ini secara psikis merugikan Tulungagung.

"Menurut saya secara materiil tidak, tapi secara psikis merugikan," tegasnya.

Meski mendapat tambahan pasien positif, di Tulungagung juga mendapat tambahan satu pasien yang dinyatakan sembuh. Pasien ini bernama Fuji Rahayu, warga Kecamatan Karangrejo yang berprofesi sebagai paramedis di Puskesmas Simo, Kedungwaru.

Dengan penambahan ini, secara kumulatif ada 47 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. 13 pasien sudah dinyatakan sembuh, dan sisanya 32 dikarantina dan 2 dirawat.