Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, perusahaan dan tempat kerja menjadi salah satu yang diminta untuk tutup atau dibatasi aktivitasnya. Tak semua, selama PSBB juga ditetapkan beberapa kalangan yang tetap diperbolehkan bekerja di kantor alias mendapat pengeculian.

Berdasarkan Peraturan Walikota Malang Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019, mereka yang diperbolehkan tetap bekerja di kantor seperti kantor instansi pemerintahan, baik pusat, provinsi, maupun notaris atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT) berdasarkan pengaturan dari kementerian terkait dan instansi masing-masing.

Baca Juga : Riset: Pisang Lokal Ini Punya Nutrisi 40-90 Kali Lipat Lebih Tinggi dari Pisang Impor

Selanjutnya, seluruh instansi pemerintah daerah bekerja dari rumah. Apabila diperlukan bisa tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Kemudian BUMN/BUMD yang turut serta dalam penanganan Covid serta pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dapat tetap beraktivitas sesuai protokol kesehatan.

Berikutnya, Apotek dapat buka 24 jam. Sedangkan pelaku usaha yang bergerak di bidang kesehatan, energi, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pemadam kebakaran, pembibitan dan perawatan tanaman, patroli, dan pergerakan transportasi yang diperlukan juga tetap beraktivitas.

Pengelolaan panti asuhan, panti jompo, dan panti social lainnya juga diperbolehkan beraktivitas. Selanjutnya untuk toko-toko yang berhubungan dengan kebutuhan pokok buka mulai pukl 07.00-21.00, termasuk pengiriman kebutuhan bahan pokok.

Selanjutnya yang tetap beroperasi adalah Bank, kantor asuransi, vendor ATM, media cetak dan elektronik, telekomunikasi dan layanan internet, pompa bensin bisa buka 24 jam, LPG, outlet ritel dan penyimpanan minyak serta gas, lembangkit listrik, unit layanan transmisi dan distribusi.

Berikutnya layanan pasar modal yang ditentukan Bursa Efek, layanan ekspedisi barang, termasuk juga sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi untuk pengantaran barang (dilarang membawa penumpang).

Kemudian layanan penyimpanan dan pergudangan dingin, layanan kemanan pribadi, layanan publik dan utilitas, dan organisasi kemasyarakatan lokal maupun internasional yang bergerak pada sektor kebencanaan maupun sosial.

Sedangkan pembatasan kegiatan bekerja di tempat kerja selama PSBB adalah tempat hiburan, bioskop, permainan ketangkasan, biliar, panti pijat, fitness center, warung internet, toko penjual minuman keras, tempat rekreasi tutup total.

Mal dan pusat perbelanjaan tutup, kecuali toko swalayan yang ada di dalamnya diperbolehkan buka mulai pukul 07.00-21.00. Restoran, warung, dan usaha sejenisnya dibatasi buka pukul 07.00-21.00 dan hanya melayami take away.

Sementara itu, bagi perusahaan dan instansi yang tetap diperbolehkan beraktivitas itu harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan. Diantaranya adalah wajib menunjuk penanggungjawab dan pencegahan Covid-19.

Kemudian, karyawan yang mempunyai penyakit penyerta seperti jantung, paru-paru-diabetes, kanker, hepatitis, hepertensi, stroke, ibu hamil, dan berusia di atas 60 tahun harus dapat perhatian khusus.

Baca Juga : Minggu Efektif PSBB, Warga Malang Raya Diminta Disiplin

Lingkungan kerja harus bersih. Seluruh karyawan dan tamu harus mengenakan masker saat bekerja. Lalu wajib penyemprot disinfektan pada tempat kerja atau usaha secara berkala, menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, menjaga jarak antarkaryawan, menyediakan tempat antrean berjarak, dan menyediakan pendeteksi suhu.

Selanjutnya melarang karyawan dan tamu yang sakit untuk masuk. Melarang tamu dan pelanggan bersuhu 38 derajat masuk tempat usaha. Jika terdapat karyawan bersuhu 38 derajat ke atas, maka perusahaan wajib melakukan rapid test dan kantor atau tempat usaha ditutup.

Apabila hasil rapid test reaktif, maka perusahaan wajib melakukan SWAB. Jika hasil SWAB negatif, maka kantor atau tempat usaha bisa dibuka kembali. Seluruh biaya untuk rapid test dan SWAB ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan

Kemudian khusus untuk hotel, agar melarang masuk tamu yang sakit dan atau bersuhu 38 derajad ke atas. Hotel juga diperkenankan menyediakan layanan khusus bagi tamu yang ingin melakukan isolasi mandiri.

Khususus untuk usaha konstruksi, wajib menyediakan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari di kawasan proyek, menyediakan ruang kesehatan memadai, dan mlakukan pemantauan kesehatan secara berkala