Pemeriksaan kesehatan di check point exit Madyopuro Tol Mapan (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Pemeriksaan kesehatan di check point exit Madyopuro Tol Mapan (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Terhitung sejak Minggu (17/5/2020) pukul 00.00 WIB, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Malang telah dilaksanakan. Bukan hanya Kota Malang, PSBB juga berlaku bagi wilayah Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Selama masa PSBB, tentu ada beberapa hal yang harus menjadi catatan. Terutama berkaitan dengan hal-hal yang boleh dan dilarang selama PSBB berlangsung. 

Baca Juga : Riset: Pisang Lokal Ini Punya Nutrisi 40-90 Kali Lipat Lebih Tinggi dari Pisang Impor

 

Lantas apa saja larangan dan hal-hal yang diperbolehkan selama PSBB berlangsung?

Berdasarkan Peraturan Walikota Malang Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019, setidaknya ada beberapa hal yang wajib dilaksanakan selama PSBB.

Pada Pasal 5 ayat 4 dijelaskan beberapa hal yang wajib dilakukan selama masa PSBB. Beberapa hal yang wajib dilakukan itu seperti mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau pembersih tangan (hand sanitizer) serta membiasakan perilaku hidup bersih sehat (PHBS).

Kemudian wajib menggunakan masker dan menjaga jarak (physical distancing) paling sedikit dalam rentang satu meter pada saat di luar rumah. Selanjutnya menghindari kerumunan pada saat di luar rumah.

Kemudian melakukan isolasi mandiri baik di rumah atau ruang isolasi sesuai protokol kesehatan bagi Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan gejala ringan.

Selanjutnya, juga dijelaskan beberapa hal yang mendapat pembatasan selama masa PSBB.

Kegiatan yang dibatasi itu diantaranya pembelajaran di sekolah, praktik kerja lapangan, kegiatan bekerja di tempat kerja, kegiatan keagamaan di tempat ibadah, kegiatan di fasilitas umum, kegiatan social dan budaya, pergerakan moda transportasi, dan pembatasan mobilitas wilayah. Hal itu sebagaimana tertera dalam Pasal 5 ayat 5, berkaitan dengan pembatasan kegiatan luar rumah.

Pembatasan Pelaksanaan Pembelajaran di Sekolah atau Institusi Pendidikan sebagaimana tertera dalam Pasal 6 itu dijelaskan jika semua aktivitas belajar mengajar dilaksanakan di rumah atau tempat tinggal masing-masing secara daring.

Selama masa belajar daring dari rumah, pelaksana pendidik tetap wajib melaporkan hasilnya kepada instansi pendidikan. Kemudian untuk pelaksanaan ujian kenaikan kelas, ujian akhir sekolah dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tetap dipersiapkan oleh Sekolah dengan berkoordinasi dengan Pengawas Pembina serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah.

Pembatasan serupa juga berlaku untuk kegiatan lain seperti kegiatan bekerja di kantor hingga kegiatan keagamaan di tempat ibadah. Meski begitu, ada beberapa orang yang tetap mendapat pengecualian dan dapat melaksanakan tugasnya.

Diantaranya adalah karyawan apotek, maryawan SPBU, karyawan pada usaha fasilitas kesehatan, tenaga medis, petugas terkait pertahanan, keamanan, penertiban umum, Gugus tugas Covid-19 daerah, dan relawan yang telah terdata di Gugus Covid Daerah.

Baca Juga : Minggu Efektif PSBB, Warga Malang Raya Diminta Disiplin

 

Wali Kota Malang menjelaskan, selama PSBB berlangsung, aktivitas masyarakat memang lebih diperketat lagi. Tujuannya adalah untuk menekan angka perkembangan covid-19. Pasalnya, jumlah pasien positif dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Malang terus mengalami penambahan.

PSBB bersifat Malang Raya, artinya, warga yang ber-KTP Malang Raya tetap bisa melakukan aktivitas di Malang Raya. Warga Kabupaten Malang yang bekerja di Kota Malang pun tetap bisa bekerja sebagaimana ketentuan yang dibuat. Dalam pemeriksaan check point, warga Malang Raya hanya cukup menunjukkan KTP masing-masing.

Sedangkan untuk warga luar Malang Raya yang bekerja di Kota Malang dan tinggal di Kota Malang dapat menunjukkan KTP serta surat kerja jika memang keperluannya adalah untuk bekerja. Masyarakat juga diminta untuk membawa data kependudukan saat beraktivitas di luar rumah.

"Tapi jika tidak ada kepentingan, lebih baik berada di dalam rumah saja," katanya.

Selama PSBB, beberapa aktivitas yang mengundang keramaian pun menurutnya dilarang untuk buka, alias tutup. Diantaranya meliputi mal atau pusat perbelanjaan, tempat hiburan, bioskop, permainan ketangkasan, biliar, panti pijat, fitness center, warung internet, toko penjual minuman keras, dan tempat rekreasi.

Sementara itu, di hari pertama pelaksanaan PSBB ini, kendaraan berplat luar Malang Raya diperiksa dibeberapa check point sejak dini hari. Kendaraan dan pengendara yang masuk akan diperiksa.

Jika kendaraan tersebut berplat luar Malang Raya dan warga Malang Raya, masih akan diperkenankan melanjutkan perjalanan. Namun jika yang bersangkutan warga ber-KTP luar Malang Raya dan mengendarai kendaraan pelat luar Malang, maka akan langsung diminta putar balik.