MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan juga Polresta Malang Kota saat ini bersiap untuk melakukan antisipasi adanya fenomena panic buying disaat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Upaya antisipasi munculnya fenomena panic buying dilakukan dengan mendirikan sentra sembako dan juga sentra energi dibeberapa titik di Kota Malang.
Baca Juga : Bagi-Bagi Paket Sejuta Sembako, MalangTIMES-IMR Sentuh Ratusan Asongan Terminal
Nantinya pos sentra sembako dan sentra energi tersebut akan didirikan dibeberapa pasar di kota Malang seperti Pasar Oro-oro Dowo, pasar Dinoyo, Pasar Sukun, Pasar Gadang, Pasar Blimbing, dan juga Gudang Bulog Gadang.
Selain di lokasi tersebut, pos juga akan didirikan di Pasar Madyopuro, Pasar Klojen, Depo Pertamina dan juga Pos Lantas Basuki Rahmat. Total pos sentra sembako dan sentra energi adalah 10 pos yang akan didirikan
"Pendirian pos tersebut memang inisiatif dari Pemkot Malang. Disini Polresta Malang Kota hanya membantu melakukan penjagaan dan juga pengamanan," ungkap Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata (13/5/2020).
Lanjutnya, selain untuk antisipasi panic buying, pos tersebut nantinya juga didirikan untuk menjaga dan melakukan pengawasan selama masa PSBB di Kota Malang agar bisa berjalan lancar dan masyarakat menataai aturan pshycal distancing.
"Pengawasan di pasar-pasar juga akan dilakukan. Pasar tidak akan ditutup tetapi kita tetap mengimbau kepada para masyarakat yang datang ke pasar untuk tetap menjaga dan menaati aturan physical distancing," terangnya.
Sementara itu, perihal stok kebutuhan sembako selama masa PSBB, informasi yang diperoleh, jika saat ini stok sembako di Kota Malang masih aman selama enam bulan kedepan.
Baca Juga : Travel Gelap Nekat Bawa Penumpang Masuk Kota Malang saat PSBB, Pasal 308 Menanti
Bukan hanya itu, kebutuhan lainnya seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), gas Elpiji juga masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Karenanya kami imbau masyarakat tidak usah resah atau khawatir, jangan sampai panic buying," pungkasnya.
