Nuzulul Qur'an, Ma'ruf Amin Ajak Masyarakat Untuk Mohon Pertolongan Melawan Covid-19

May 10, 2020 16:02
Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin saat memberikan ucapan Hari Pendidikan Nasional. (Foto: Instagram kyai_marufamin)
Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin saat memberikan ucapan Hari Pendidikan Nasional. (Foto: Instagram kyai_marufamin)

MALANGTIMES - Momentum Nuzulul Qur'an dan ayyamul maghfirah dimanfaatkan oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma'ruf Amin untuk mengajak masyarakat mengetuk pintu langit dengan berdoa dan memohon pertolongan, serta kekuatan dalam berjuang melawan pandemi Covid-19.

Baca Juga : Ganjar Pranowo Usul Gaji ASN Dipotong hingga 50 Persen, Ini Tujuannya

Ma'ruf Amin menuturkan, bahwa kondisi pandemi Covid-19 di tengah bulan suci ramadan merupakan ujian untuk masyarakat Indonesia agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Serta meningkatkan kebersihan, kesehatan dan kedisiplinan atas imbauan pemerintah terkait percepatan pencegahan pandemi Covid-19.

"Karena itu diperiode 10 hari kedua yang disebut ayyamul maghfirah, momentum yang tepat untuk kita mendekatkan diri kepada Allah. Memohon ampunan atas semua dosa dan juga momen mengetuk pintu langit meminta pertolongan Allah agar kita semua diberikan kekuatan melawan pandemi corona," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020).

Jika kita menilik ke belakang, peristiwa Nuzulul Qur'an yang diperingati setiap malam 17 Ramadan merupakan turunnya Al-Qur'an secara bertahap dengan ditandai penerimaan wahyu berupa Surah Al-Alaq ayat 1 (satu) sampai 5 (lima) yang bertempat di Gua Hira.

Peristiwa ini juga terdapat dalam Surah Al-Anfal ayat 1 (satu), "Wamaa anzalna 'alaa 'abdina yaumal furqoni yaumal talqal jam'aan (Apa yang Kami turunkan kepada hamba kami (Nabi Muhammad) di hari Al-Furqan (Al-Qur'an) yaitu pada hari bertemunya dua pasukan)," tulis ayat dan terjemahannya.

Maksud dari bertemunya dua pasukan tersebut merupakan peristiwa Perang Badar yang mempertemukan antara pasukan umat Islam dan kaum kafir quraisy yang bertepatan dengan turunnya Al-Qur'an pada 17 Ramadan. 

Ma'ruf Amin juga mengingatkan terus kepada seluruh masyarakat khususnya umat muslim agar memanfaatkan momentum dalam bulan suci ramadan untuk berdoa. Hingga pandemi Covid-19 segera berlalu dan kehidupan kembali normal seperti biasanya.

Baca Juga : Selain Tarawih, Pemkab Malang Larang Masyarakat Adakan Kegiatan Keagamaan Selama Ramadan

"Mudah-mudahan Ramadan ini akan memberikan suasana yang mencerahkan. Pertama, Covid-19 segera berlalu dengan izin Allah, dengan banyak kita memohon ampun. Kedua, saat-saat yang baik ini, saat-saat kita harus di rumah, kita manfaatkan dengan banyak berdoa, beristighfar dan membaca Qur'an," ujarnya.

Selain untuk momentum berdoa yang mustajab, ramadan yang merupakan bulan kesabaran juga jadi ruang bagi masyarakat lebih dilatih lagi dengan tingkat kesabaran yang lebih tinggi dalam menghadapi semua hal, termasuk dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

"Puasa mengajarkan kita untuk bersabar. Makanya disebutkan as shaumun nisfus shabri (puasa itu setengah dari pada kesabaran). Sabar untuk tidak makan minum, sabar untuk tidak berkata bohong, tidak mengadu domba," ungkap Ketua MUI ini. 

Dalam bulan suci ramadan ini, Ma'ruf  juga mengatakan bahwa masyarakat benar-benar dilatih untuk bersabar dalam kondisi pandemi Covid-19. Contohnya seperti tetap tinggal dirumah selama pandemi, yang terkadang membuat masyarakat bosan dan ingin keluar rumah, tetapi dengan puasa masyarakat lebih dilatih lagi kesabarannya untuk tidak keluar rumah.

Seluruh ibadah, termasuk ibadah salat tarawih agar dilakukan di dalam rumah sebagai upaya pemutusan rantai persebaran Covid-19 di Indonesia. "Insya Allah pahalanya berlipat ganda karena ujian kesabarannya pun berlipat," tandasnya.

Topik
MalangBerita MalangNuzulul QuranMaruf AminCovid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru