Mengharukan, Saat Rasullullah Ingin Bertemu Kekasihnya tapi Dapat 2 Pilihan dari Malaikat

May 08, 2020 08:56
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Rasulullah Muhammad SAW merupakan seorang kholilullah atau kekasih Allah. 

Baca Juga : Mengulik Kisah Nabi Muhammad SAW Berikan Mahar Senilai Rp 1 Miliar saat Nikahi Khadijah

Namun untuk bertemu dengan kekasihnya itu, Baginda Nabi juga harus melewati gerbang kematian seperti halnya manusia lain.

Rasulullah SAW wafat pada hari Senin 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijrah atau 8 Juni 632 Masehi. 

Beliau wafat lantaran sakit demam yang teramat tinggi. 

Kepergian Rasulullah SAW untuk selama-lamanya itu membuat umat muslim merasa sangat kehilangan.

Bahkan, di hari wafatnya Rasulullah SAW, para sahabat merasa tak mempercayai itu. 

Salah satunya adalah Umar bin Khattab yang sempat mengacungkan pedangnya kepada orang-orang yang mengabarkan jika Rasulullah SAW telah wafat. 

Dengan berderai air mata, para sahabat mengantarkan Rasulullah SAW ke liang lahat.

Buya Yahya menyampaikan, pada detik-detik wafatnya Rasulullah SAW, Malaikat Jibril menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan jika Malaikat Izrail telah datang. 

Kemudian Rasulullah mempersilahkan Malaikat Izrail masuk.

Saat itu, Malaikat Izrail pun menyampaikan dua pilihan kepada Rasulullah SAW. 

Pilihan itu adalah mencabut nyawa Rasulullah SAW dan pilihan ke dua adalah membiarkan Rasulullah SAW tetap ada di dunia. 

Kemudian Rasulullah SAW memilih untuk bertemu dengan Allah SWT.

Saat tiba waktunya Malaikat Izrail mencabut nyawa, Rasulullah SAW berkata, "Apakah ini,".

Lalu Malaikat Izrail menjawab, " Ya Rasulullah, itu adalah sakaratul maut, itu adalah rasa sakit saat kematian,".

Kemudian Rasulullah mengangkat tangannya sambil mengucap "Laa Ilaha Illallah inna lil mauti lsyakarot (Tidak ada Tuhan selain Allah, sungguh di dalam kematian ada sakitnya kematian yaitu sakaratul maut),".

Dengan rasa sakit yang teramat itu, Rasulullah SAW kemudian memohon kepada Allah SWT agar diringankan sakaratul beliau. 

Baca Juga : Profesor UIN Malang: Hukum di Dunia ini Sebenarnya Hanya Satu yaitu Hukum Allah

Lalu Malaikat Izrail berkata jika itu sudah diringankan hingga 70 kali.

Setelah itu Rasulullah menangis lantaran mengingat umatnya. 

Rasulullah SAW menangis dan memohon kepada Allah agar meringankan sakaratul maut kepada umatnya dan membebankan sakaratul maut kepada Rasulullah SAW.

"Itu adalah karena rasa cinta yang sungguh dalam dari Rasulullah SAW untuk umatnya," terang Buya Yahya.

Permintaan Rasulullah SAW untuk membebankan rasa sakit sakaratul maut tersebut kemudian dikabulkan dan membuat Rasulullah SAW merasakan sakaratul maut yang teramat sakit. 

Saat itu, Siti Aisyah RA merasakan panas dan keringat dingin dari dahi Rasulullah SAW yang berada di pangkuannya.

Dalam masa melewati sakaratul maut, Rasulullah SAW pun menitipkan salam untuk umatnya. 

Keringat dingin kembali mengucur dari dahi Rasulullah SAW. 

Kemudian keringat itu diseka menggunakan tangan Rasulullah SAW sendiri yang dipegangi oleh Aisyah.

Saat itu, Rasulullah SAW terus mengucapkan kalimat "Laa Ilaha Illallah inna lil mauti lsyakaro" dengan satu tangannya ditengadahkan ke atas. 

Hingga akhirnya perlahan tangan tersebut turun dan lemas. 

Saat itulah Rasulullah SAW wafat di pangkuan Aisyah.

Seluruh Madinah menangis dan tak percaya dengan kabar wafatnya Rasulullah SAW. 

Air mata seluruh umat tak bisa terbendung. Para sahabat pun berdoa agar bisa bertemu kembali dengan Rasulullah di surga yang kekal abadi.

 

Topik
MalangBerita MalangBerita Hari IniKisah Rasulullah Muhammad SAWRasullullah Ingin Bertemu KekasihnyaRasulullah dapat 2 pilihan dari malaikatMalaikat Izrail

Berita Lainnya

Berita

Terbaru