Kepala Dinsos-P3AP2KB, Peny Indriani (foto dok MalangTIMES)
Kepala Dinsos-P3AP2KB, Peny Indriani (foto dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang bersyukur Kementerian Sosial (Kemensos) mengucurkan bantuan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga : Pemprov Jatim Apresiasi Kesigapan Kota Malang Salurkan Bantuan Dampak Covid-19

Karena serangan Covid-19 membuat masyarakat Kota Malang juga terdampak pada perputaran roda ekonomi. Saya jual beli langsung yang seharusnya bisa berjalan dengan normal secara mendadak turun drastis.

Akibatnya, beberapa masyarakat memilih untuk menggunakan teknologi daring untuk melakukan pembelian dalam hal apapun. Tapi hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak atau kurang memiliki pengetahuan. Sehingga ada kesenjangan sosial di masyarakat dengan adanya wabah penyakit Covid-19.

Permasalahan tersebut sebenarnya adalah leading sektor dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang sebagai otoritas daerah yang menyelesaikan masalah sosial di masyarakat.

Akan tetapi, anggaran yang diberikan pusat ke pemerintah daerah tentu saja sangat terbatas, sehingga masih akan ada saja masyarakat yang belum tersentuh bantuan di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal itu juga yang dirasakan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang dimana anggaran tahun 2020 kali ini secara mendadak harus banyak dialihkan untuk penanganan Covid-19. Sehingga data masyarakat penerima bantuan harus benar-benar valid dan terarah.

Namun meski dari anggaran terbatas itu, Dinsos-P3AP2KB bersyukur karena Kemensos memberikan bantuan yang langsung turun ke masyarakat Kota Malang.

Baca Juga : Pemkot Batu Mulai Salurkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial bagi Terdampak Covid-19

"Alhamdulillah dibantu Kemensos, APBD kita ya dibuat cukup, walaupun tidak sebanyak Kementrian. Kalau dari kita lewat Dinsos, lewat pendidikan kan dipecah bisa. Ya alhamdulillah, paling tidak ada beberapa sudah tercover, untuk 3 bulan kedepan," ujar kepala Dinsos-P3AP2KB, Peny Indriani.

Seperti diketahui, baru-baru ini Kemensos memberikan bantuan sosial tunai sejumlah Rp. 600 ribu yang diberikan selama tiga bulan. Proses pemberiannya pun berbeda, jika biasanya bersama Dinsos-P3AP2KB sebagai leading sektornya, kini pemberian di berikan melalui Kantor Pos untuk menghindari antrian panjang.

Sementara itu, Kemensos sendiri telah mengambil data masyarakat penerima bantuan yang layak dan telah dimiliki oleh Dinsos-P3AP2KB sebagai bahan untuk pemberian bantuan.

"Datanya itu memang Kementrian yang ngambil, dari databasenya kita. Tapi tidak dobel, kalau sudah dapat pusat ya pusat, yang tidak tercover pusat diakomodir Pemkot Malang. Jadi yang pertama memang Kementrian, database ada di Kementrian, terus ketika kita masih banyak juga yang kena dampak Covid-19 itu di akomodir Pemkot," pungkasnya.