MALANGTIMES - Pemakaman salah satu pasien dalam pemantauan (PDP) asal Bandungrejosari Sukun, Kota Malang, Septiana A (39) dilangsungkan pada Jumat (1/5/2020) oleh sejumlah anggota kepolisian dan tim relawan.
Baca Juga : Menolak Dikarantina dan Jalani Rapid Test, Bersiaplah Diburu Anggota Polres Malang
Namun, sebelum pemakaman, terdapat hal menarik. Yakni lima orang menggelar salat jenazah di hadapan jenazah PDP yang berada di dalam peti. Kelima orang tersebut menjalankan salat jenazah menggunakan alat pelindung diri (APD). Mulai dari helm, pakaian, sarung tangan, dan masker lengkap digunakan kelima orang tersebut.
Foto salat jenazah memggunakan APD itu viral. Ditelusuri lebih jauh, imam salat jenazah tersebut merupakan anggota polisi, yakni Kasat Intelkam Polresta Malang Kota Kompol Sutiono.
Saat dihubungi, Sutiono menjelaskan, saat itu dirinya menjadi imam lantaran di lokasi kamar jenazah tidak ada orang yang bersedia mengimami. Karena itu, dia kemudian berinisiatif mengimami salat jenazah itu.
"Iya Mas (membenarkan dirinya yang menjadi imam). Lha saat itu tidak ada orang yang ngimami, Mas," ungkapnya (2/5/2020).
Lebih lanjut, Sutiono membenarkan bahwa di lokasi kamar jenazah, memang sering tidak ada orang yang menjadi imam saat akan mensalati jenazah pasien PDP covid-19.
"Karena nggak ada itu, saya malah lebih sering yang mengimami. Tapi saya juga bilang sama teman-teman lain yang ingin mensalati agar mematuhi protokol keamanan dengan menggunakan masker dan pelindung," ungkap Sutiono.
Selama ini, dari delapan kali pemakaman PDP covid-19, Sutiono telah beberapa kali menjadi imam. Bahkan! dalam setiap pemakaman PDP, dia selalu menghadiri.
Baca Juga : Miris! Peringatan Hari Buruh 2020 di Indonesia Diwarnai Aksi PHK
"Kalau saya sudah ikut pemakaman PDP delapan kali dari sebelas. Absen tiga kali," katanya.
Sutiono juga menyampaikan, seringnya mendampingi pemakaman PDP berimbas juga pada intensitas pertemuan dengan keluarganya di Probolinggo.
Sejak awal Maret hingga saat ini, Sutiono mengaku belum pernah sama sekali bertemu langsung dengan keluarga. Komunikasi dilakukan melalui video call.
"Sudah nggak pulang sama sekali. Keluarga ya takut juga. Tapi mau gimana, ini sudah tugas. Komunikasi akhirnya ya komunikasi lewat video call saja," beber dia.
Sutiono sendiri berharap agar wabah ini bisa segera selesai dan semua bisa kembali beraktivitas normal. Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu menaati aturan atau protokol keamanan dalam pencegahan penularan covid 19.
Sementara itu, dalam pemakaman PDP asal Sukun di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukun tersebut, Sutiono dibantu beberapa anggota polisi dan para relawan. Pemakaman itu juga tetap mengedepankan protokol keamanan dalam pencegahan penularan covid 19.
