Bagas Adi Nugroho (kanan) saat berjibaku dengan Ridwan Tawainella pada latihan Arema FC (official Arema FC)
Bagas Adi Nugroho (kanan) saat berjibaku dengan Ridwan Tawainella pada latihan Arema FC (official Arema FC)

MALANGTIMES - Stopper muda Arema FC, Bagas Adi Nugroho nampaknya cukup menyesal dan tidak bisa melupakan momen dimana ia mendapat kartu merah saat membela Timnas Indonesia di Piala AFF U-22 2019 melawan Thailand di Kamboja yang berakhir dengan kemenangan.

Baca Juga : Covid-19 Jadi Momen Flasback Bagi GM Arema FC Saat Timnya Kalah

Sebuah momen bersejarah yang tidak bisa dinikmati oleh seorang pemain adalah tidak bisa mengangkat trophy juara. Hal itu yang dirasakan Bagas Adi Nugroho saat mampu membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF U-22 2019 tapi ia tidak bisa selebrasi bersama rekan-rekannya di panggung. 

Saat itu skuat Bagas diganjar kartu merah dan Indonesia ketika pertahanannya terus dibombardir. Beruntung, gawang Indonesia tak kebobolan sampai peluit akhir dibunyikan.
 


Tapi aksi yang dilakukan Bagas untuk menyelamatkan Timnas Indonesia dari kebobolan justru membuat ia menyesal karena menganggap dirinya terkesan terburu-buru mengambil sebuah keputusan.

"Saya merasa kaget terus menyesal. Saya ada di dalam pintu masuk lapangan sama Coach Nur (pelatih fisik) dan Bang Ali (Kitman). Yang bikin paling nyesel lagi saya tidak boleh keluar sampai penyerahan medali," kata Bagas Adi dalam tanya-jawab di akun resmi PSSI.
 


Pengalaman pahit tersebut juga sempat dirasakan legenda kapten Liverpool Steven Gerrard yang melakukan blunder sehingga timnya gagal meraih gelar juara pada musim 2013-2014.

Ketika itu, pemain asal Inggris itu terpeleset saat menguasai bola di dekat pertahanan sendiri. Bola yang dikuasai Gerrard, lepas dan langsung diambil penyerang Chelsea, Demba Ba.

Demba Ba dengan leluasa membawa bola ke depan gawang Liverpool dan mencetak gol. The Reds tertinggal 0-1 dari tim tamu.

Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Liverpool kembali bobol, kali ini melalui aksi Willian. Kedudukan 2-0 untuk Chesea bertahan hingga pertandingan usai.

Baca Juga : Dinilai Kurang Efektif, DPR Kota Malang Dorong Arema Kelola Stadion Gajayana

Kekalahan ini memukul mental para pemain Liverpool. Pada laga selanjutnya, the Reds membuang keunggulan 3-0 atas Crytal Palace. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 3-3.

Liverpool pun terpaksa melepas gelar Premier League 2013-2014 ke tangan Manchester City. The Citizens meraih title tersebut dengan 86 poin atau unggul dua angka dari Liverpool.

Sampai saat ini Steven Gerrard belum bisa melupakan kenangan pahit tersebut. Bahkan luka tersebut tidak akan begitu saja terhapus, meski Liverpool meraih gelar Premier League 2019-2020.

"Luka itu sudah menganga sejak kejadian tersebut. Saya tidak yakin itu bisa tertutup karena saya tidak bisa mengubah pengalaman tersebut," kata Gerrard dikutip Sky Sports.