MALANGTIMES - Selama lima hari berturut-turut sejak Rabu (22/4/2020) lalu, Kota Malang terus mencatat penambahan pasien positif Covid-19.
Baca Juga : Jelang PSBB Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19 di Surabaya Raya, Tapi...
Dari jumlah sebelumnya 13 pasien, kini menjadi 14. Satu pasien tambahan tersebut merupakan seorang balita berusia satu tahun. Yang mana, sebelumnya telah menjalani perawatan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Hermina Kota Malang.
"Iya (ada tambahan satu pasien positif Covid-19), pasien sebelumnya sebagai PDP di Rumah Sakit Hermina," ucap Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif, saat dihubungi Minggu (26/4/2020) malam.
Dari total 14 pasien, 8 pasien sebelumnya telah dinyatakan sembuh. Sementara, saat ini tersisa 6 pasien yang masih menjalani perawatan. Baik itu secara isolasi mandiri karena beberapa pasien merupakan OTG (Orang Tanpa Gejala) dan beberapa di rawat di rumah sakit.
Dijelaskannya, pasien balita yang berasal dari Kecamatan Kedungkandang ini tengah menjalani perawatan isolasi mandiri di rumah. Sebab, kondisi klinisnya dinyatakan dalam kondisi yang baik.
Sedangkan proses tracing untuk mengetahui riwayat terpaparnya pasien dari Covid-19, baru akan dilakukan mulai besok (Senin, 27/4/2020).
"Pasien menjalani perawatan di rumah, karena kondisi klinisnya baik. Namun tetap dalam pemantauan petugas kesehatan untuk memastikan hingga kondisi pasien sembuh," imbuh pria yang juga menjabat sebagai Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang itu.
Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan jumlah pasien positif Covid-19 yang terus menerus bertambah selama beberapa hari terakhir ini menjadi perhatian bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Seperti hari sebelumnya, tercatat penambahan tiga pasien dari tenaga kesehatan, dan yang terbaru ini merupakan seorang balita. Hal ini menjadikan keprihatinan, karenanya pengetatan pembatasan sosial akses lalu lalang seseorang disebutnya sangat penting.
"Beberapa terakhir ini benar-benar jadi perhatian tersendiri. Tiga Nakes adalah OTG, sementara balita konfirm positif juga sedang kita tracing dan observasi lebih lanjut terpaparnya dari mana (kontak eratnya). Bisa jadi orang-orang di sekitarnya memang tak menunjukkan gejala klinis, tapi ternyata carier. Ini yang sedang kita telisik," tandasnya.
Diketahui, merujuk pada data kasus Covid-19 di Kota Malang per 26 April 2020, untuk pasien ODR (Orang Dalam Risiko) mencapai 1.909 orang. Sementara OTG ada 166. Kemudian, ODP (Orang Dalam Pemantauan) tercatat 672. Sebanyak 231 masih dalam tahap pemantauan, dan 441 pasien telah selesai tahap pemantauan.
Selanjutnya untuk PDP mencapai 155 orang, 8 pasien telah dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak 54 telah selesai dalam pengawasan, sedangkan 92 masih dalam tahap perawatan.
