Petugas saat melakukan identifikasi penemuan mayat di RPH Slamparejo, Jabung. (Foto : Polsek Jabung for MalangTIMES)
Petugas saat melakukan identifikasi penemuan mayat di RPH Slamparejo, Jabung. (Foto : Polsek Jabung for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah sempat berstatus Mr X, jenazah yang ditemukan di tengah hutan lindung petak 7E RPH Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, akhirnya diketahui identitasnya.

Baca Juga : Larangan Mudik Hari Kedua, Petugas Temukan Warga Bersuhu Tubuh Tinggi

Kapolsek Jabung.AKP Syamsul Hidayat mengatakan, jasad yang ditemukan dalam kondisi telanjang tersebut diketahui bernama Muhammad Mustofa. Dia warga Dusun Krajan, Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

”Identitas korban terungkap setelah keluarganya mendatangi lokasi penemuan jenazah. Kemudian memastikan jasad yang ditemukan di tengah hutan tersebut adalah orang tuanya,” ungkap Syamsul, Sabtu (25/4/2020).

Putra korban tersebut  bernama Ahmad Riski Jefri Efendi. Saat itu Ahmad mendatangi lokasi penemuan mayat dengan didampingi oleh kades (kepala desa) tempat korban dan putranya tinggal.

”Setelah melihat ciri-cirinya serta pakaian yang ditemukan di sekitar lokasi mayat, putra beserta kadesnya memastikan  jenazah tersebut adalah Muhammad Mustofa,” kata  kapolsek Jabung.

Seperti yang sudah diberitakan, Jumat (24/4/2020) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Sugeng Purnomo -warga Dusun Kemiri Krajan, Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang- yang saat itu hendak mencari madu menemukan mayat tergeletak di tengah hutan. Mayat tersebut sudah dalam keadaan telanjang dan mulai membusuk.

Sugeng bergegas melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa setempat sebelum akhirnya dilanjutkan ke pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan pria 44 tahun tersebut, petugas gabungan dari Polsek Jabung, Koramil Jabung, PMI (Palang Merah Indonesia), pihak Perhutani, jajaran muspika, perangkat desa, serta para relawan dikerahkan ke lokasi penemuan mayat, Jumat (24/4/2020) malam.

”Usai dievakuasi, jenazah dibawa ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar Malang) guna kepentingan penyidikan,” terang Syamsul, yang juga pernah menjabat sebagai kasat reskoba Polres Malang ini.

Baca Juga : Telanjang dan Terbujur Kaku di Tengah Hutan, Evakuasi Libatkan Petugas Berpakaian APD

Selain membawa jenazah ke RSSA, petugas juga mengamankan barang bukti berupa jaket, kemeja, serta celana jeans milik korban yang ditemukan sekitar 5 meter dari tempat mayat.

”Dari keterangan medis, tidak ditemukan adanya luka bekas kekerasan di tubuh korban. Diduga korban meninggal sudah lebih dari 4 hari sebelum akhirnya ditemukan saksi,” terang kapolsek Jabung.

Menurut Syamsul, sebelum dibawa ke RSSA Kota Malang, pihak keluarga sempat menolak jenazah korban divisum. Namun, karena ada beberapa kejanggalan, termasuk ditemukan dalam kondisi telanjang,  petugas kepolisian akhirnya memutuskan untuk tetap membawa jenazah ke rumah sakit untuk divisum.

”Karena tidak ada unsur kejahatan dan tidak ada luka bekas penganiayaan di tubuh korban, pihak keluarga bersedia membuat surat pernyataan dan menganggap kejadian kematian korban sebagai musibah,” ucap Syamsul.

Ketika ditanya penyebab korban ditemukan dalam kondisi telanjang, kapolsek Jabung mengaku, dari hasil penyidikan, korban diduga mengalami gangguan jiwa. Dugaan itu juga diperkuat pernyataan pihak keluarga bahwa korban merupakan penderita gangguan jiwa dan pernah penghilang dari rumah sebanyak tiga kali.

”Sebelum ditemukan meninggal di tengah hutan dalam kondisi telanjang, korban sudah meninggalkan rumahnya di (Kabupaten) Pasuruan sejak Selasa (14/4/2020) siang. Kemungkinan karena gangguan jiwa, membuat korban sempat membuka pakaiannya sebelum akhirnya meninggal dunia,” ujar kapolsek.