(Foto: blog.airyrooms.com)
(Foto: blog.airyrooms.com)

MALANGTIMES - Tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap Covid-19 semakin meningkat. 

Misalnya terkait makanan, banyak pertanyaan yang muncul terkait kemanan membeli jajanan atau makanan jadi di luar rumah. 

Baca Juga : Bertambah Jadi 13 Kasus, Zona Merah Covid-19 di Kabupaten Malang Bakal Dipasok Makanan

Terlebih saat bulan puasa, kebiasaan membeli makanan untuk berbuka puasa tampaknya masih sulit dihindari di Indonesia.

Salah satu pertanyaan yang muncul di tengah masa pandemi Covid-19 ini, bagaimana jika virus ini menular melalui makanan yang dibeli di luar rumah?

Apakah makanan seperti nasi goreng, mie ayam, bakso dan lain-lain yang dijual di luaran berisiko tercemar virus? 

Pasalnya, pedagang street food semacam itu berinteraksi dengan banyak pembeli?

Dokter spesialis paru, Muhammad Fachri dari Ikatan Dokter Indonesia mengungkapkan bahwa makanan relatif aman dari paparan virus.

"Begini penjualan makanan yang diproses itu sudah melalui proses masak suhu yang tinggi, sehingga apapun mikro organisme seperti virus itu akan mati,” ungkap dr Muhammad Fachri. 

Ia menambahkan, selagi masakan tersebut hangat atau dalam kondisi setelah dimasak ada baiknya makanan tersebut langsung dikonsumsi.

Baca Juga : Dinilai Efektif Tangkal Covid-19, Berikut Cara Membuat Disinfektan Alami

Hal senada disampaikan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan.

"Tidak ada ceritanya makanan, pakaian (menularkan penyakit Covid-19). Sekarang kan mulai diomongin, 'pak ini kalau beli pakaian dari China nanti ketularan enggak? Atau pakaian bekas?' Nggak, nggak ada, pakaian bekas juga enggak," kata Anung saat konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020) lalu.

Menegaskan pernyataan Anung, Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Wiendra Waworuntu mengatakan, hingga saat ini, makanan belum terbukti dapat menularkan penyakit Covid-19. 

Meski begitu, ia mengimbau masyarakat yang ingin makan unggas untuk lebih dulu memasaknya hingga benar-benar matang. 

"Kalau bisa makan unggas itu dibolehkan tapi harus masak. Itu dianjurkan," ujarnya.

Sementara itu dikutip tempo.co, ahli penyakit menular dan kesehatan masyarakat di Cornell University, Alison Stout menyebut bahwa virus tidak bisa bertahan lama pada makanan.

"Permukaan makanan rapuh. Peluang apa pun yang selamat atau keluar darinya, kecil," kata Alison Stout, dilansir dalam Medical Xpress.