Petugas saat mempersiapkan diri sebelum menyemprotkan cairan disinfektan berbahan serai untuk menangkal penyebaran virus covid-19
Petugas saat mempersiapkan diri sebelum menyemprotkan cairan disinfektan berbahan serai untuk menangkal penyebaran virus covid-19

MALANGTIMES - Maju kena, mundur kena. Kalimat tersebut sempat buming saat Organisasi Kesehatan Dunia atau lebih dikenal sebagai WHO (World Health Organization), merilis pernyataan jika upaya pemberantasan wabah covid-19 dengan menggunakan cairan disinfektan ke tubuh manusia dinilai membahayakan.

Seperti yang sudah diberitakan, maraknya bilik disinfektan yang dipercaya mampu memutus rantai penyebaran corona tersebut, mendapat keritikan dari WHO.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

”#Indonesia, jgn menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pd permukaan benda-benda. Ayo #LawanCOVID19 dgn tepat!,” cuit WHO dalam akun resminya yakni @WHOIndonesia pada akhir bulan Maret 2020 lalu.

Masih dengan akun yang sama, WHO juga menyampaikan jika menyemprotkan cairan disinfektan yang mengandung klorin dan alkohol ke tubuh manusia tidaklah berguna.

”Apakah menyemprot tubuh dengan alkohol atau klorin dapat membunuh Corona virus baru?,” ungkap WHO dalam postingan gambar yang diunggah menggunakan akun resminya.

"Tidak. Menyemprot alkohol atau klorin pada tubuh seseorang tak akan membunuh virus yang sudah masuk dalam tubuh,". sambung akun tersebut.

Parahnya lagi, WHO mengklaim jika menyemprot bahan kimia ke tubuh manusia dapat berdampak membahayakan bagi kesehatan. 

”Menyemprot bahan-bahan kimia seperti itu dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir (contoh mata, mulut). Ingat alkohol atau klorin bisa berguna sebagai disinfektan pada permukaan, namun harus dipergunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, sebagian masyarakat bahkan pejabat pemerintahan sayangnya masih banyak yang abai. Bahkan hingga kini juga masih banyak yang menggunakan bilik sterilisasi untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke tubuh manusia.

Namun, sebagian masyarakat diantaranya ternyata juga ada yang patuh dan tidak menyemprotkan cairan disinfektan yang mengandung klorin ke tubuh manusia. Salah satunya diterapkan di wilayah pinggiran Kabupaten Malang, atau lebih tepatnya di Kecamatan Tirtoyudo.

”Setelah ada pemberitahuan dari WHO itu, sekarang kami berubah menggunakan bahan aman. Diantaranya menggunakan tanaman serai untuk membuat cairan disinfektan,” kata Camat Tirtoyudo, R Ichwanul Muslimin, Rabu (8/4/2020).

Dengan menggunakan disinfektan berbahan baku serai tersebut, bisa dikatakan sangat efektif untuk menekan penyebaran wabah covid-19. Terbukti, hingga saat ini tidak ada pasien corona yang berasal dari wilayah Kecamatan Tirtoyudo.

”Setelah ada posko pencegahan virus covid-19, sampai sekarang tidak ada masyarakat kami yang kena corona. Tapi untuk memastikan seberapa tinggi efektifitasnya, masih akan kami lakukan evaluasi,” klaim Camat Tirtoyudo.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Jombang Seorang Dokter, Ada 80 Orang Berpotensi Tertular

Pernyataan itu, berbanding lurus dengan data yang dirilis oleh tim Satgas Percepatan Penanganan Corona Virus melalui laman website resminya. Dimana, hingga hari ini (Rabu 8/4/2020) pukul 15.00 WIB, tidak ada sama sekali warga Kecamatan Tirtoyudo yang masuk dalam status ODP (orang dalam pemantauan), pasien dalam pengawasan (PDP), maupun terkonfirmasi positif covid-19.

”Setiap hari selama 24 jam, cairan disinfektan yang terbuat dari bahan alami dengan campuran serai ini disemprotkan ke tubuh manusia. Tapi kalau cairan disinfektan yang untuk mobil dan benda, masih tetap menggunakan klorin,” kata Camat Tirtoyudo.

Seperti yang sudah diberitakan, jalan utama yang menghubungkan 13 desa di Kecamatan Tirtoyudo dipasangi dengan portal penyemprot disinfektan. Dimana, cairan tersebut menyemprotkan disinfektan selama hampir 24 jam.

Selain itu, di pos penjagaan juga disiagakan personel gabungan yang memeriksa kesehatan warga maupun pendatang. Kemungkinan, karena serangkaian kegiatan itulah yang mengakibatkan Kecamatan Tirtoyudo sementara ini aman dari virus covid-19.

”Kebetulan banyak petani di sini yang menanam tanaman itu (serai), jadi bisa digunakan untuk membuat cairan disinfektan. Sejauh ini terbukti efektif menangkal corona, tapi untuk biaya masih akan kami hitung lagi,” ucap Camat Tirtoyudo.

Ichwanul menjelaskan, cara membuat cairan disinfektan berbahan alami ini terbilang cukup mudah. Pertama, potong tanaman serai secukupnya atau setara dengan genggaman tangan orang dewasa.

Kemudian rendam dengan air setengah baskom selama beberapa menit. Jika sudah mulai berubah warna dan keluar aroma sedapnya, cairan serai tersebut bisa dicampur dengan sabun sebelum akhirnya dicampur dengan 16 liter semprotan disinfektan.

”Banyak warga yang suka disemprot dengan disinfektan berbahan serai ini. Soalnya selain dinilai aman, aromanya juga wangi,” tutup Ichwanul kepada media online ini.