Mengharukan, Begini Kisah Kesabaran Sahabat Terakhir Rasulullah

Apr 23, 2020 10:04
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Dalam berbagai hadis dikisahkan, Rasulullah SAW memiliki banyak sahabat yang turut berjuang dalam menyebarkan ajaran Islam. Seluruhnya menyimpan kisah sebagai pelajaran bagi umat muslim hingga saat ini.

Baca Juga : Ramadan di Tengah Covid-19, Yuk Coba Alternatif Tilawah Online

Salah satu sahabat yang kisahnya juga banyak dijadikan pelajaran adalah kisah kesabaran sosok Abu Qilabah. Dia adalah sahabat terakhir Rasulullah SAW yang begitu dikagumi karena ketaatan dan kesabarannya.

Dr Khalid Zeed Abdullah Basalamah Lc MA atau lebih dikenal sebagai Ustaz Khalid Basalamah menceritakan kembali kisah kesabaran yang luar biasa dari sosok Abu Qilabah.

Dikisahkan, seorang musafir tengah melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain dengan menunggangi kuda. Suatu ketika, musafir itu kehabisan bekal dan dia tengah berada di area padang pasir.

Saat sedang bingung dan hendak mencari bantuan, sang musafir pun melihat ada sebuah perkemahan tepat di tengah padang pasir. Datanglah dia menuju perkemahan tersebut.

Saat memasuki perkemahan, sang musafir mengucapkan kalimat salam. Dia sana dia melihat pemandangan yang sangat memilukan.

Dia mendapati seorang pria dengan punggungnya yang tergeletak di dalam perkemahan. Tak ada makanan ataupun minuman di dalamnya. Kondisi pria yang tergeletak itu juga sangat memgemaskan. Kedua tangan dan kedua kakinya terputus. Sedangkan matanya dalam kondisi buta.

Sang musafir pun bertanya kepada pria di dalam perkemahan itu. "Siapa Anda ini dan apa cerita Anda di padang pasir?" tanyanya.

Lalu pria dalam perkemahan itu menjawab, "Saya salah seorang hamba Allah dan kamu siapa?"

Lalu musafir menjawab  bahwa dia adalah seorang musafir yang kehabisan bekal dan butuh makanan dan minuman.

Kemudian pria dalam tenda tersebut menjawab, "Ahamdulillah segala puji bagi Allah yang menyempurnakan nikmatnya kepada saya."

Lalu musafir berkata, "Wahai Tuan, nikmat apa yang Anda syukuri?"

Lalu pria dalam tenda berkata, "Diamlah anak muda. Kamu tidak tahu nikmat Allah sangat besar kepada saya. Saya bisa mengucapkan kalimat saja bisa menutupi semua kekurangan saya dan nikmatnya tak terhitung."

Musafir menyampaikan kekagumannya dan dia menyampaikan pertanyaan apa yang bisa dia bantu untuk pria di dalam tenda tersebut.

Kemudian orang dalam tenda menyampaikan, "Saya punya anak laki-laki yang selalu menemani saya di sini dan merawat sepenuh hati. Sudah tiga hari dia tidak kembali. Coba kamu cari anak itu di sekitar padang pasir ini, siapa tahu ada. Dan di padang pasir ini, yang hidup hanya saya dan anak saya. Dan jika kamu bertemu dengan seseorang, maka dia adalah anakku."

Lalu musafir menyanggupi itu dan keluar. Tak jauh dari kemah, dia menemukan jenazah manusia yang tengah dikerumuni singa. Lalu musafir itu berkesimpulan jika itu adalah anak orang dalam kemah tersebut. Dan anak itu sudah mati dengan daging yang dicabik singa.

Sang musafir merasa kebingungan saat dalam perjalanan kembali ke perkemahan. Dia bingung harus menyampaikan apa kepada pria yang ada di dalam perkemahan itu karena anaknya telah meninggal dunia dimangsa singa.

Musafir datang dan bertanya, "Wahai saudaraku apakah Anda mengetahui kisah Nabi Ayyub?"

Pria itu menjawab, "Tentu saja."

Lantas sang musafir meminta sedikit cerita tentang Nabi Ayyub kepada penghuni tenda tersebut.

Baca Juga : Muhammadiyah Minta Umat Muslim Tarawih di Rumah

Penghuni tenda menjawab, "Ayyub adalah orang yang tak bisa dinilai kesabarannya. Diuji 20 tahun dengan penyakit kusta oleh Allah, 12 anak laki-lakimya meninggal semua, 20 tahun miskin, dan ditinggalkan umatnya."

Lalu musafir menjawab, "Anda benar. Saya harap Anda bisa menjadi bagian kecil dari Ayyub. Karena anak Anda satu, anak laki-laki Anda mati dimakan singa."

Lalu penghuni tenda sampaikan kalimat 'alhamdulillah' lalu tersenyum. Dia bersyukur anaknya mendahului ke surga. Musafir itu kaget dan sekaligus kagum.

Pria dalam tenda menyampaikan bahwa anaknya sangat berbakti. Dia yakin anaknya tersebut akan masuk surga.

Lalu tiba-tiba saja pria dalam tenda itu mengucap syahadat dan meninggal dunia.

Sang musafir bingung apa yang harus dilakukan dan mencari orang untuk meminta tolong. Tak lama ia bertemu empat orang penunggang kuda dan penampilan seperti orang kerajaan. Musafir berteriak dan empat orang itu datang serta bertanya ada apa.

Musafir itu menyampaikan  ada orang meninggal dunia di dalam kemah. Dia buta, lumpuh, dan satu anaknya dimakan singa. Keempat orang yang menungggang kuda kaget dan bertanya keberadaan pria tersebut. Seakan keempatnya tahu dan mengenal pria tersebut.

Keempatnya kemudian menuju kemah. Saat dibuka jenazahnya, empat orang tersebut menangis sejadi-jadinya dan mencium jenazah pria tersebut.

Sang musafir kaget dan bertanya-tanya siapa sebenarnya laki-laki yang telah meninggal dunia di dalam perkemahan sederhana tersebut.

Lalu empat orang itu menyampaikan bahwa penghuni kemah tersebut  adalah Abu Qilabah, satu-satunya sahabat Rasulullah SAW yang masih hidup saat itu.

Mereka berkata, "Dia sudah lama kami cari karena oleh raja diminta menjadi hakim dan dia melarikan diri karena tak mau menjadi hakim. Dan dia ini adalah orang yang terkenal dengan  kesalihannya dan doanya mustajabah."

Maka musafir itu menangis sembari beryukur karena dipertemukan dengan  orang saleh sehingga bisa melihat salah satu sahabat Rasulullah.

Ustaz Basalamah menjelaskan, pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Abu Qilabah adalah kesabaran yang luar biasa dari sosok Abi Qilabah. Dia menjadi contoh sosok yang sangat mengenal Allah. Maka setiap cobaan yang diberikan hanyalah bersifat duniawi.

 

Topik
MalangBerita MalangBerita Hari IniKisah Kesabaran Sahabat Terakhir RasulullahAbu QilabahNabi AyyubCerita Ustaz Khalid Basalamah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru