Ramadan di Tengah Covid-19, Yuk Coba Alternatif Tilawah Online

Apr 23, 2020 06:57
Tilawah online yang dilakukan pemuda-pemudi dari Jawa Tengah. (Instagram @penggemar_tilawah)
Tilawah online yang dilakukan pemuda-pemudi dari Jawa Tengah. (Instagram @penggemar_tilawah)

MALANGTIMES - Langkah sepuluh pemuda dan pemudi ini tampaknya bisa ditiru saat Ramadhan  2020 di tengah pandemi covid-19. Yakni  membaca Alquran dengan tilawah online.

Baca Juga : Muhammadiyah Minta Umat Muslim Tarawih di Rumah

 

Selama Ramadan, kegiatan tadarus begitu semarak. Sebab, pada bulan suci tersebut, setiap muslim ingin mendapat pahala berlipat ganda yang kemudian berharap kembali suci pada Idul Fitri.

Namun, kebiasaan-kebiasaan berkumpul dalam tadarus seperti pada Ramadan sebelumnya akan sedikit terhalangi dengan penyebaran covid-19. Apalagi pemerintah pusat sudah menganjurkan sementara untuk menghindari kerumunan banyak orang hingga ke tingkat desa.

Karena itu, metode daring tampaknya bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin tetap melakukan "pertemuan" dengan rekannya untuk melakukan tadarus, pengajian, dan sebagainya.

Di media sosial Instagram, sudah muncul contoh pemuda yang ingin tetap "berkumpul" bersama rekannya dan melakukan kebajikan, yakni tilawah bersama, melalui media daring. Video tersebut di-upload Rabu (22/4/2020) di akun Instagram bernama @penggemar_tilawah.

Dalam video tersebut, terlihat sepuluh muda-mudi -lima orang laki-laki dan lima orang perempuan- kompak melantunkan ayat-ayat suci Alquran dengan nada bernyanyi atau biasa disebut tilawah (taghanni).

Diketahui, video tersebut berasal dari pemuda di wilayah Jawa Tengah. Hal itu tertera pada tulisan di video yang berbunyi: "Masya Allah tilawah online squad Jateng hadir".

Sebagai informasi, metode pembacaan ayat suci Alquran pada umumnya ada dua, yakni tilawah dan tartil. Namun terkadang orang masih bingung dengan istilah tersebut.

Dikatakan Ali bin Abi Thalib dalam Syarh Mandhumah al Jazariyah, tartil adalah men-tajwid-kan huruf-hurufnya dan mengetahui tempat berhentinya.

Lalu, menurut Abu Ishaq dalam Lisan al Arab, tartil adalah membaca dengan jelas. Hal ini tidak bisa dilakukan jika membaca terburu-buru. Membaca Alquran dengan jelas hanya bisa jika menyebut semua huruf dan memenuhi cara pembacaan huruf dengan benar.

Baca Juga : Kisah Sahabat Rasulullah yang Perang Berbekal Pisau Dapur dan Penutup Panci

 

Membaca dengan tartil ternyata juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu, dalam ayat Alquran sendiri, membaca dengan tartil juga dianjurkan Allah SWT. Dalam Alquran Surat al Muzammil 4 berbunyi: Dan bacalah Alquran itu dengan tartil.

Inti membaca dengan tartil adalah membaca dengan pelan-pelan, jelas setiap hurufnya, tanpa berlebihan. Begitulah yang  dikutip dari Kitab al Adab as Syalhub.

Sementara tilawah atau taghanni sendiri bukan hal baru dalam membaca Alquran. Dalam kamus bahasa Arab, taghanni artinya bernyanyi dengan suara merdu. Istilah ini dapat dimaknai dengan mengeraskan dan membaguskan suara bacaan Alquran dengan khusyuk.

Bahkan dalam Muttafaqun ‘Alaihi disebutkan, “Tidaklah Allah mendengarkan sesuatu sebagaimana Dia mendengarkan Nabi-Nya membaguskan bacaan Alquran dan mengeraskan suaranya".

“Semua ulama sepakat bahwa membaca Alquran dengan suara yang indah merupakan amalan yang dianjurkan,” ungkap pakar Islam dari Turki, Mehmet Paksu, dalam ulasannya. Reciting the Koran with Taghanni.

Di sisi lain, Imam Nawawi berpendapat bahwa cara membaca seperti ini diperbolehkan dalam batas-batas tertentu. Batas-batasnya seperti tidak mengabaikan tajwid serta tidak menambahi atau mengurangi huruf. Jika batas ini dilanggar, maka bacaan ini haram hukumnya.

Dari ulasan singkat tersebut, dapat kita ketahui bahwa cara membaca dengan tartil dan tilawah jelas berbeda. Jika tartil dibaca dengan pelan dan jelas,  tilawah adalah membaca Alquran dengan menyanyikan tanpa mengabaikan aturan-aturan dalam membaca huruf-hurufnya.

 

Topik
MalangBerita MalangBerita Hari Inipandemi covid19Ramadhan 2020 di tengah pandemi covid19Tilawah OnlineKitabal Adab as SyalhubSyarh Mandhumah al Jazariyah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru