Muhammadiyah Minta Umat Muslim Tarawih di Rumah

Apr 22, 2020 12:46
Ilustrasi salat tarawih berjamaah di masjid.
Ilustrasi salat tarawih berjamaah di masjid.

MALANGTIMES - Bulan suci Ramadan tinggal dua hari lagi. Biasanya, banyak orang ke masjid untuk menjalankan ibadah salat tarawih berjamaah.

Baca Juga : Kisah Sahabat Rasulullah yang Perang Berbekal Pisau Dapur dan Penutup Panci

 

Namun, tahun ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta umat muslim bertarawih di rumah karena pandemi covid-19.  Dia mengingatkan jangan setiap hal disikapi seolah dalam kondisi normal, padahal situasinya darurat. Termasuk untuk urusan salat tarawih berjamaah saat wabah covid-19. "Jangan semuanya disikapi seolah normal, karena kondisi saat ini darurat," kata Haedar.

Haedar mengatakan masih ada kecenderungan sebagian umat yang ingin salat berjamaah di masjid, termasuk saat Ramadan tiba. Semestinya umat Islam berpikir dan bertindak dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas, lebih-lebih di kala darurat.

Dia mencontohkan apa yang terjadi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa corona tidak bisa diremehkan. Di negara yang semaju Amerika saja, wabah covid-19 melanda sangat dahsyat. Bahkan, Amerika  mencatatkan angka terbesar soal korban meninggal.

Menurut Haedar, angka penderita covid-19 di Indonesia saat ini belum sebanyak negara lain. Namun, dia minta masyarakat Indonesia tetap waspada dan melakukan pencegahan jangan sampai ada ledakan jumlah positif corona.

"Ini bukan soal takut atau berani hadapi wabah, tetapi soal ikhtiar yang dari segi agama maupun ilmu dibenarkan untuk usaha mencegah datangnya wabah agar tidak semakin luas," tandas dia.

Haedar mengingatkan bahwa pilihan ibadah di rumah sudah berlaku di seluruh dunia Islam. Masjdil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi saja sampai saat ini meniadakan salat Jumat dan akan meniadakan salat tarawih berjamaah.

"Ingat, Nabi (Muhammad) hanya satu kali tarawih di masjid. Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan dalam beragama. Kenapa begitu ngotot tarawih berjamaah harus di masjid dalam suasana saat wabah meluas? Semestinya umat Islam mau mengikuti mayoritas pandangan bahwa selama masa pandemi corona, ibadah dilakukan di rumah dengan khusyuk dan berjamaah dengan anggota keluarga," ungkapnya.

Allah dan Rasul, lanjut Haedar, memberi jalan keluar dari kesulitan atau kedaruratan. Wabah kali ini bukan sekadar menyangkut satu pribadi, tetapi terkait orang banyak dan menjadi pandemi.

"Bukankah Nabi mengingatkan 'la dharara wa la dhirara', jangan berbuat yang menyebabkan kerusakan untuk diri sendiri dan bagi orang lain. Mestinya dalam situasi darurat wabah yang mengglobal ini, janganlah beragama dengan maunya sendiri-sendiri. Ikutilah pendapat mayoritas yang dasarnya kuat dari Alquran dan as sunnah serta konteks situasi darurat umat manusia sedunia yang tengah dihadapi," kata Haedar.

Topik
jombang berita jombangMuhammadiyah Minta Umat Muslim Tarawih di RumahKetua Umum PP Muhammadiyah Haedar NashirCovid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru