Tersangka Agus Widodo (jongkok) saat memperagakan adegan saat dirinya membunuh istrinya (Foto: Ashaq Lupito/ MalangTIMES)
Tersangka Agus Widodo (jongkok) saat memperagakan adegan saat dirinya membunuh istrinya (Foto: Ashaq Lupito/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak seperti saat menjalani sesi rilis di ruang Rupatama Polres Malang, Sabtu (4/4/2020) lalu, Agus Widodo, tersangka kasus pembunuhan terhadap istrinya nampak lebih emosional saat menjalani rekonstruksi, Rabu (22/4/2020).

Baca Juga : Hati-Hati Jambret, Barang Belanjaan Tak Seberapapun Disikatnya Kini

”Rekonstruksi perkara pembunuhan atas nama AW (Agus Widodo) ini, ada 27 adegan yang diperagakan,” terang Kanit Idik I Satreskrim Polres Malang, Iptu Ronny Marghas, saat ditemui media online ini disela agenda rekonstruksi, Rabu (22/4/2020) sore.

Seperti yang sudah diberitakan, Jumat (3/4/2020) sekitar pukul 06.00 WIB, warga setempat digemparkan dengan kasus penemuan mayat di kebun sengon dan tebu yang terletak di kawasan Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Adalah Sumali salah satu pemilik kebun, yang kali pertama menemukan jasad perempuan yang diketahui bernama Suliani warga Dusun/Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang tersebut.

Ketika awal ditemukan, kondisi mayat wanita 44 tahun itu sangat mengenaskan. Selain berlumuran darah, polisi juga menemukan adanya luka bekas hantaman disekujur tubuh korban. Terutama dibagian kepala dan dadanya.

Sekitar 30 menit setelah saksi menemukan jenasah korban, kejadian yang membuat warga gempar itu kemudian dilaporkan oleh perangkat desa setempat ke Polsek Dampit.

Sekitar tiga jam setelah mendapat laporan, 4 tim yang dibentuk untuk melakukan penyelidikan berhasil menangkap tersangkanya. Dimana, dari keterangan beberapa saksi, pelaku pembunuhan wanita yang ditemukan meninggal mengenaskan tersebut, adalah suami sirinya. Yakni Agus Widodo.

Dari hasil penyidikan selama hampir 1 bulan, jajaran Satreskrim Polres Malang akhirnya melakukan rekonstruksi pada hari ini (Rabu 22/4/2020). ”Rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan, untuk menjelaskan urutan kejadian,” celetuk Ronny.

Disisi lain, suara sirine dari rombongan kepolisian Polres Malang dan Kejari (Kejaksaan Negeri), Kepanjen sontak memancing perhatian warga setempat saat tersangka tiba di lokasi rekonstruksi pertama. Yaitu di kediamannya yang berlokasi di Dusun/Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Seolah risih saat dirinya menjadi pusat perhatian, sorot mata tersangka Agus seketika nampak begitu tajam saat memperhatikan tetangganya yang menyaksikan proses rekonstruksi pembunuhan yang dia lakukan.

”Rekronstruksi ini dimulai dari adegan pertama (rumah tersangka), saat yang bersangkutan berangkat menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara),” jelas Ronny.

Baca Juga : Selidiki Kasus Buang Bayi di Bandulan, Polisi Sempat Curigai Dua Wanita

Di lokasi rekonstruksi pertama tersebut, tersangka memperagakan sekitar 3 adegan. Yaitu saat berangkat ke TKP, kembali ke rumah setelah melancarkan aksi pembunuhan, hingga menyembunyikan sekaligus membuang barang bukti.

Dari lokasi pertama, tersangka sempat berhenti di dua lokasi saat dirinya bertegur sapa ketika bertemu dengan saksi sekaligus tetangganya.

Hingga akhirnya, rombongan berhenti di areal persawahan tempat dimana tersangka beralasan untuk kencing. Kepada petugas, tersangka mengaku jika ketika berhenti tersebut, pelaku sebenarnya berniat untuk mencari benda guna membunuh istrinya.

Namun, karena tidak ada batu, tersangka kembali bergegas melanjutkan perjalanan sebelum akhirnya tiba di lokasi pembunuhan. ”Adegan rekonstruksi selanjutnya berlangsung di TKP, tempat dimana tersangka mengambil kayu untuk memukul korban,” sambung Ronny.

Di ladang yang berlokasi di Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang itulah tempat dimana tersangka tega menghabisi nyawa istrinya. Ada lebih dari 20 adegan yang diperagakan tersangka saat berada di lokasi kejadian.

Mulai dari proses mengambil kayu, memukul, menendang, menginjak, menyeret mayat korban, hingga membuang barang bukti seperti kerudung, jaket, dan sandal milik korban diperagakan oleh tersangka. Dari hasil rekonstruksi tersebut, tersangka mengaku sepontan saat membunuh istrinya. Hal itu dibuktikan dari upaya pelaku saat mencari benda yang hendak digunakan untuk memukul korban.

”Berdasarkan hasil rekonstruksi, tersangka terbukti melakukan pembunuhan sesuai pasal 338 KUHP. Jadi bukan kasus pembunuhan berencana,” ujar Ronny saat membantah adanya dugaan pembunuhan berencana seperti saat disampaikan ketika sesi rilis pada awal bulan lalu.