MALANGTIMES - Sejak adanya pandemi covid-19 beberapa waktu lalu, jumlah pendonor di UDD (unit donor darah) PMI Tulungagung berkurang drastis.
Baca Juga : Putus Rantai Covid-19, Anak-Anak Muda di Kota Malang Bagikan Masker
Jika sebelum pandemi setidaknya ada 60 orang pendonor setiap hari, kini hanya tinggal 40 orang yang mendonorkan darahnya.
Padahal kebutuhan darah di Tulungagung dan sekitarnya jumlahnya tetap, sekitar 60-an kantong perhari.
“Biasanya menjelang Ramadan tersedia 1.400 kantong darah. Sementara kondisi saat ini baru ada 802 kantong,” kata Kepala UTD PMI Tulungagung, Rukmi, Selasa (21/4/2020).
Berkaca dari tahun sebelumnya, kebutuhan Ramadan tahun 2019 sebanyak 1.800 kantong darah. Jumlah itu hanya untuk rumah sakit yang ada di Tulungagung saja. Jika ditambah dengan adanya permintaan dari luar kota, seperti Trenggalek dan Blitar, kebutuhan bisa lebih dari 2.500 kantong darah.
Stok yang ada terdiri dari darah golongan A 247 kantong, golongan B 220 kantong, golongan O 274 kantong dan golongan AB 61 kantong.
Jumlah ini masih dirinci lagi, darah golongan A terdiri dari 5 whole blood (WB), 222 Packed Red Cells (PRC), 10 Trombosit Concentrat (TC) 10 dan 10 Liquid Plasma (LP).
Golongan B terdiri dari 5 whole blood, 196 Packed Red Cells, 9 Trombosit Concentrat dan 10 Liquid Plasma.
Golongan O terdiri dari 5 whole blood, 225 Packed Red Cells, 6 Trombosit Concentrat dan 8 Liquid Plasma.
Sedangkan golongan AB terdiri dari 5 whole blood, 45 Packed Red Cells, 4 Trombosit Concentrat dan 7 Liquid Plasma.
Untuk menarik minat pendonor agar mendonorkan darah lagi, UDD PMI Tulungagung memberikan souvenir bagi pendonor berupa masker, minyak atau gula. Selain itu juga ada doorprize yang akan diundi pada Jumat (24/4/2020) mendatang, berupa kompor gas, magicom, setrika listrik, payung dan kaus.
Baca Juga : Pasien Pertama Covid-19 di Kota Batu Sembuh, Pesannya Jangan Lupa Bahagia
Hadiah itu disediakan untuk para pendonor yang melakukan donor darah di kantor PMI, mulai Senin (20/4/2020) hingga Kamis (23/4/2020).
“Banyak agenda donor darah di luar yang dibatalkan selama pandemi virus corona. Termasuk yang di desa-desa,” terang Rukmi.
Diharapkan dengan donor darah massal di kantor PMI ini, stok darah selama Ramadhan bisa pada titik aman.
“Kami sadar selama pandemi memang ditekankan menghindari kerumunan dan sebagainya. Makanya pendonor juga berkurang drastis,” ujar Rukmi.
Khusus selama pandemi ini, calon pendonor wajib mengisi kuesioner riwayat kontak dan riwayat perjalanan.
Kuesioner ini dilakukan untuk skrining, agar tidak ada orang yang risiko tertular virus corona ikut mendonor.
Mereka juga melewati cek suhu tubuh, sebelum masuk ke ruang donor.
Jika ada calon pendonor punya riwayat kontak dan perjalanan dari kota-kota yang dianggap rawan, mereka wajib menunda donor 14 hari ke depan.
