(dari kiri) Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bersama dengan Pak Ngatimin penjual sate telor. (Foto: Humas)
(dari kiri) Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bersama dengan Pak Ngatimin penjual sate telor. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Abdul Haris MAg berharap, kampus yang ia pimpin tidak menjadi pasif bagaikan menara gading.

Baca Juga : Dampak Covid-19, Beasiswa LPDP ke Luar Negeri Ditunda Tahun Depan

"Apalagi saat situasi di masyarakat sekarang ini ikut terdampak wabah Covid-19," kata rektor asal Lamongan tersebut.

Baca Juga : Dampak Covid-19, Beasiswa LPDP ke Luar Negeri Ditunda Tahun Depan

Hal itu sempat ia sampaikan dalam diskusi pagi sambil berjemur bersama di samping teras Gedung Rektorat Ir. Soekarno, kampus 1 UIN Malang belum lama ini.

Sebagai suatu istilah, menara gading bermakna gambaran tentang menterengnya suatu menara yang sangat indah nan mewah di pandangan mata. 

Hanya saja, keindahan dan kemewahan menara itu hanyalah milik dan lamunan si penghuninya saja. 

Sementara di sekeliling menara itu, terhampar berbagai masalah rakyat yang tak pernah tersentuh oleh para penghuni menara.

"Saya tidak ingin UIN Maliki ini hanya bicara tentang persoalan akademik, tetapi juga harus terlibat dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi di masyarakat," tegasnya.

Maka, ia pun berharap UIN Malang selalu terlibat dalam berbagai kasus yang ada di masyarakat.

Sehingga kampus yang berlogo Ulul Albab ini bisa berkontribusi membantu meringankan beban hidup masyarakat kecil, khususnya bagi mereka yang memang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Diskusi kali itu cukup istimewa, sebab mendatangkan narasumber yang berbeda dari biasanya. Yakni, kalangan masyarakat dengan profesi yang beragam. 

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Ada Pak Slamet tukang becak, Pak Ngatimin seorang bakul (penjual sate telor), Pak Kerok yang berprofesi sebagai sopir angkot (jurusan Landungsari-Batu), dan Pak Alif seorang driver ojek online (ojol).

Hadir juga pada saat acara, para wakil rektor, perwakilan El-Zawa UIN Maliki, para kepala unit terkait, dan tamu dari Bank BRI kantor cabang Kota Malang.

Di akhir acara, Prof Haris memberikan bantuan langsung kepada para narasumber sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap golongan masyarakat kecil.

Setelah diskusi, dilanjutkan agenda pembagian bantuan berupa sembako di berbagai wilayah Malang Raya dan sekitarnya.

Lokasi yang dituju mulai dari area Merjosari, pasar Dinoyo, Suhat, sampai arah pasar Blimbing.

Lokasi kedua yakni area sekitar stasiun kota Malang, langsung dipandu oleh Rektor UIN Malang.