Kabid P2P Dinkes Jombang dr Wahyu Sri Harini saat memberikan keterangan pers soal perkembangan covid-19 di Jombang. (Foto : Adi Rosul/ JombangTIMES)
Kabid P2P Dinkes Jombang dr Wahyu Sri Harini saat memberikan keterangan pers soal perkembangan covid-19 di Jombang. (Foto : Adi Rosul/ JombangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang telah melakukan tracing atau pelacakan terhadap pasien positif covid-19 keempat Jombang. Dari hasil tracing ditemukan 80 orang yang pernah kontak dengan pasien.

Kasus positif covid-19 keempat ini merupakan seorang wanita berusia 43 tahun asal Kecamatan Diwek. Pasien ini tercatat sebagai tenaga kesehatan di Kabupaten Kediri. Ia dinyatakan positif covid-19 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jatim melalui hasil swab pada (12/4) kemarin.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Kapala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dr Wahyu Sri Harini menyampaikan, pasien tersebut terpapar covid-19 setelah berkegiatan pelatihan petugas haji di asrama haji Sukolilo, Surabaya pada tanggal 9-18 Maret 2020.

"Hasil pemeriksaan terhadap nyonya NK saat itu terkonfirmasi positif (covid-19). Jadi ada 4 yang terkonfirmasi positif covid-19 di Jombang," ujarnya saat pers rilis di Media Center Pemkab Jombang, Senin (14/4) sore.

Dikatakan Wahyu, pihak Dinkes Jombang sudah melakukan pelacakan atau tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien postif tersebut. Upaya tracing dilakukan untuk mengungkap sejauh mana virus tersebut menyebar dan berpotensi menularkan.

Dari hasil tracing itu, ditemukan sebanyak 80 orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif covid-19 keempat Jombang itu.

"Dari tracingnya ini akan berkembang terus. Sementara ini kalau saya hitung agak banyak ya, hampir sekitar 80an bisa masuk," kata Wahyu.

Baca Juga : Update Hari Ini: Total Positif 4.557, Sembuh 380, Meninggal Dunia 399

Disampaikan Wahyu, 80 orang hasil tracing itu merupakan keluarga, teman dan sejumlah orang yang pernah berobat kepada pasien covid-19 tersebut. Pasien covid-19 ini merupakan seorang dokter yang juga membuka praktik di kediamannya. Puluhan orang yang pernah kontak dengan pasien ini akan dikategorikan dalam orang tanpa gejala (OTG).

"80 itu termasuk keluarga dan rekannya, dan pasien yang bersangkutan. Kebetulan beliaunya juga dokter dan sempat melakukan praktik. Sehingga kami juga meminta data dari beliau, siapa saja yang kemungkinan akan masuk dalam kasus OTG. Nanti istilahnya OTG karena sudah ada kontak dengan kasus konfirm," tandasnya.(*)