Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan mimbar konferensi bertuliskan #jagajarak, Senin (13/4/2020). (Foto: BNPB)
Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan mimbar konferensi bertuliskan #jagajarak, Senin (13/4/2020). (Foto: BNPB)

MALANGTIMES - Perkembangan kasus pasien Covid-19 baik kasus positif, sembuh maupun meninggal dunia, tiap harinya menunjukkan naik turun jumlah yang angkanya masih terbilang tinggi dan naik secara perlahan. 

Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah mengenai Covid-19 menuturkan bahwa terjadi penambahan untuk pasien yang berhasil sembuh yakni per hari ini bertambah 21 orang sembuh. 

"Yang menjadi sembuh sudah ada 380 orang," tuturnya saat Konferensi Pers di Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Jakarta, Senin (13/4/2020), sekitar pukul 15.40 WIB.

Sebaran 21 pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 berada di delapan provinsi di Indonesia yakni di Sulawesi Selatan (6), Jawa Timur (5), Nangroe Aceh Darussalam (3), Jawa Barat (3), Bali (1), Kalimantan Tengah (1), Sulawesi Utara (1) dan Sumatera Utara (1).



Sementara itu untuk kasus pasien positif Covid-19 terdapat tambahan kasus per hari ini (13/4/2020) yang masih di atas 300 kasus. 

"Pada pemeriksaan hari ini, kita dapatkan kasus baru konfirmasi positif sebanyak 316 orang. Sehingga total kasus kita menjadi 4.557 orang," ujar Achmad Yurianto. 

Persebarannya meliputi 13 Provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta (160), Jawa Barat (60), Jawa Timur (54), DI Yogyakarta (16), Bali (5), Papua (5), Banten (4), Riau (4), Jawa Tengah (3), Sumatera Utara (2), Kalimantan Tengah (1), Sumatera Barat (1) dan Lampung (1). 

Lagi-lagi Provinsi Jawa Timur masih berada di posisi tiga besar sebagai penyumbang jumlah pasien positif Covid-19 setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat. 

Achmad Yurianto juga mengatakan bahwa Pemerintah telah melakukan pemeriksaan kepada lebih dari 27.000 sample penduduk.

"Sudah lebih dari 27.000 sample penduduk yang kita periksa untuk PCR (Polymerase Chain Reaction) real time dari 186 Kabupaten Kota yang terindikasi ditemukan kasus," katanya. 

Untuk laboratorium pemeriksaannya sendiri dilakukan di lebih dari 70 laboratorium yang telah diaktifkan untuk memperlancar dan mempercepat proses pemeriksaan untuk menemukan hasil baru pasien positif Covid-19. 

Sedangkan untuk kasus pasien yang meninggal dunia juga menunjukkan penambahan yang angkanya menurun dibanding dengan laporan hari kemarin. 

"Yang terpaksa harus meninggal pada hari ini terhitung dari kemarin, ada 26 orang. Sehingga totalnya menjadi 399 orang," ucap Achmad Yurianto.

Peta sebaran kasus pasien Covid-19 yang meninggal dunia terdapat di enam Provinsi di Indonesia, yakni di DKI Jakarta (9), Jawa Barat (9), Jawa Timur (3), Lampung (3), Sumatera Utara (1) dan Banten (1).

Achmad Yurianto menjelaskan terkait pasien yang meninggal dunia sebagian besar pada kelompok yang berusia diatas 50 tahun. Serta memiliki penyakit-penyakit komorbid atau penyakit sebelumnya. 

"Diantaranya dari data yang kami miliki, terbanyak adalah penyakit tekanan darah tinggi yang sudah bertahun-tahun, penyakit diabetes, kencing manis yang sudah berjalan bertahun-tahun dan beberapa dengan penyakit-penyakit paru-paru yang kronis. Semisal asma, bronkhitis dan TBC," ungkapnya. 

Hal ini menunjukkan bahwa harus selalu di tingkatkan kewaspadaan masyarakat di Indonesia terhadap gejala-gejala yang di alami, atau bahkan tanpa menunjukkan gejala yang harapannya agar tetap dirumah saja, untuk menghindari penularan Covid-19 yang tak kasat mata ini.