Bupati Malang HM Sanusi (pegang mikrofon) saat menjelaskan terkait pembentukan safe house di seluruh desa se-Kabupaten Malang
Bupati Malang HM Sanusi (pegang mikrofon) saat menjelaskan terkait pembentukan safe house di seluruh desa se-Kabupaten Malang

MALANGTIMES - Meningkatnya peringkat penyebaran wabah covid-19, dari yang semula peringkat 10 dan kini menjadi ranking 5 se-Jatim (Jawa Timur), membuat Pemda (Pemerintah Daerah) Kabupaten Malang terus berinovasi guna memutus rantai penyebarannya. 

Salah satunya dengan menyediakan fasilitas safe house, yang disebar di seluruh desa yang ada di Kabupaten Malang. ”Bila ada warga yang diduga atau menjadi orang yang harus diisolasi karena covid-19, mMaka dia diisolasi di desa itu (safe house),” kata Bupati Malang, HM Sanusi saat menghadiri agenda rapat penanganan dan sosialisasi check point covid-19, Senin(13/4/2020).

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Dijelaskan Sanusi, ada beberapa kriteria warga yang diarahkan untuk diisolasi di safe house tingkat desa tersebut. Salah satunya adalah bagi warga Kabupaten Malang yang datang dari luar daerah. Terutama bagi mereka yang diketahui memiliki riwayat mendatangi kawasan yang masuk dalam zona merah.

”Itu (isolasi di safe house) berlaku kepada semua warga yang datang dari luar daerah, terutama yang daerah pandemi. Misal Jakarta atau daerah mana yang sudah menjadi penular covid-19,” jelas Sanusi saat ditemui usai menghadiri agenda rapat yang berlangsung di Pendopo Kepanjen, Kabupaten Malang.

Jika sudah terdata, lanjut Sanusi, para warga yang kedapatan usai mendatangi daerah rawan tertular tersebut, akan langsung dilakukan tindak lanjut sesuai dengan protokol penanganan covid-19. Yakni diisolasi di safe house yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Malang. ”Nanti akan diisolasi 14 hari di safe house,” ungkap Sanusi.

Salah satu kader PDI Perjuangan ini, memastikan jika selama menjalani isolasi para warga baik yang ada gejala maupun tanpa gejala, akan terus diawasi oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang.

”Walaupun sehat akan tetap menjalani isolasi, nanti dinkes akan memeriksanya. Kalau hasil rapid test ada yang positif, maka akan dibawa ke rumah sakit rujukan,” ungkap Sanusi.

Terobosan yang dibilang jitu untuk menghambat penularan covid-19 ini, diakui Sanusi sudah siap dan segera dioperasionalkan. Bahkan dari segi pembiayaan, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang akan pasang badan untuk menggerojok anggaran yang diperlukan untuk safe house tersebut.

Baca Juga : 4.866 Keluarga Penerima Manfaat di Kota Batu Terima Bantuan Pangan Non Tunai Rp 200 Ribu

”Biayanya nanti akan dibiayai oleh Pemkab, dalam hal ini adalah satgas covid-19. Pendanaan dan operasionalnya akan dikendalikan Sekda (Sekertaris Daerah) yang sekaligus selaku sekertaris satgas di Kabupaten Malang,” imbuh Sanusi.

Belakangan diketahui, untuk memaksimalkan keberadaan safe house tersebut, beberapa personel gabungan akan dikerahkan untuk memonitor para warga yang menjalani isolasi. Di mana, dalam praktiknya akan dibagi dengan sistem shift. Sedangkan satu shift akan dikerahkan sebanyak 5 personel dari satgas covid-19 di Kabupaten Malang.

”Di safe house minimal ada 5 personel, dari desa, Dinkes (Kabupaten Malang), kepolisian, dan koramil,” tutup Sanusi.