Konferensi pers di Grahadi
Konferensi pers di Grahadi

MALANGTIMES - Kasus bertambahnya pasien Covid-19 akhir pekan Minggu (12/4) kemarin di Jatim cukup mengejutkan. Karena mendadak sehari ada 119 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Terdata, kasus terbanyak berasal dari Kota Surabaya. Di Kota Pahlawan ini ada 83 penambahan warga positif pada Minggu. Sehingga total di Surabaya sudah ada 180 warga yang dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Dengan banyaknya warga yang terkena Covid-19 tersebut Surabaya menjadi ring satu area penyebaran terbanyak. Kedua ada di Sidoarjo dengan 31 kasus positif Covid-19. Dan ketiga Lamongan dengan 23 kasus warga positif Covid-19.

Dalam sesi konferensi pers Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan tambahan cukup signifikan terjadi di Surabaya ada tambahan 83 pasien. 

"Saya ingin menyampaikan bahwa tambahan dari yang kemarin kita share bersama data yang terakhir maka di Surabaya hari ini sudah 180 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19," ujarnya. 

Dengan kembali meledaknya kasus Covid-19 ini, Khofifah menyampaikan bakal melakukan evaluasi. 

"Secara intensif kami lakukan apakah dengan Pak Kapolda ataukah dengan Pak Pangdam," tegasnya. 

Menurut dia elemen di negeri ini tidak berhenti memberikan anjuran secara terus-menerus agar warga tinggal di rumah. 

Warga diimbau hanya keluar rumah untuk kepentingan yang strategis atau selalu melakukan physical distancing.

Khofifah juga meminta warga agar disiplin. Yaitu menggunakan masker ketika keluar rumah, hidup bersih, olahraga serta berjemur di pagi hari. 

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Khofifah kemudian menyoroti Kota Surabaya. Bahwa masih banyak warga yang diketahui berpergian ke luar rumah.

"Tadi malam saya menyaksikan di depan grahadi masih banyak trek-trekan motor bareng-bareng dengan suara mesin knalpot yang kencang. Terus kira-kira 40 menit lagi ada, sampai jam 12 saya melihat," tuturnya. 

Dari sini Khofifah mengambil kesimpulan bahwa warga Surabaya belum memiliki informasi yang komprehensif tentang Covid-19 ini. 

"Ini menjadi penting supaya tersampaikan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur terutama masyarakat Surabaya. Sampaikan informasi bahwa di Surabaya ini sudah 180 yang positif," tegasnya kembali.