Rusunawa bagi ASN Kabupaten Malang untuk penampungan sementara pasien diduga terinfeksi Covid-19 yang digunakan sebagai ruang isolasi. (Dok. MalangTimes)
Rusunawa bagi ASN Kabupaten Malang untuk penampungan sementara pasien diduga terinfeksi Covid-19 yang digunakan sebagai ruang isolasi. (Dok. MalangTimes)

MALANGTIMES - Persiapan pemanfaatan sementara rumah susun sewa sederhana (rusunawa) aparat sipil negara (ASN) Kabupaten Malang yang jadi ruang isolasi untuk penanganan pasien covid-19, progresnya telah mencapai 90 persen.

Kabar baik itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, yang diberikan wewenang untuk melakukan pembenahan terkait pemanfaatan sementara itu. 

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

"Persiapan telah hampir rampung dan dapat segera digunakan sebagai ruang isolasi pasien diduga terinfeksi Covid-19. Sudah sekitar 90 persen," ucapnya, Sabtu (11/4/2020) ke pewarta.

Dengan progres 90 persen yang telah dilakukan oleh DPKPCK Kabupaten Malang itu, maka lanjut Mantan Kepala Dinas Perairan Kabupaten Malang ini, rusunawa ASN ditarget bisa dimanfaatkan Senin (13/4/2020) depan.

"Harapan kami Senin depan sudah bisa dimanfaatkan," ujarnya yang juga menyebut untuk ruang isolasi di rusunawa ASN terdapat 57 kamar yang dipersiapkan.

Terkait perizinan dari pemerintah pusat, Wahyu juga menegaskan, bahwa telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Sehingga, pemanfaatan sementara rusunawa ASN jadi ruang isolasi bisa segera dilaksanakan.

"Sudah disetujui pusat. Ini kondisi darurat dan mendesak, jadi pemerintah pusat pun cepat mengambil kebijakan," ujarnya.

Dalam persiapan itu, pihak DPKPCK Kabupaten Malang juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan selaku koordinator untuk penempatan pasien di Rusunawa ASN Kabupaten Malang. Misalnya, terkait pemanfaatan untuk sekat-sekat ruangan di dalam, air bersih, tempat penjemuran dan lainnya.

"Kita lakukan koordinasi terus untuk persiapan dan penyelesaian ini. Sehingga nantinya rusunawa ASN ini juga memang representatif untuk dijadikan ruang isolasi sementara," terang Wahyu.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Sedang untuk kelengkapan yang belum terpenuhi dan dalam tahap finalisasi, lanjutnya, adalah fasilitas pemasangan kawat-kawat di setiap jendela kamar. Serta melanjutkan perampungan pemasangan paving jalan alternatif menuju Rusunawa ASN Kabupaten Malang.

Wahyu juga berharap, untuk tahap finalisasi Rusunawa ASN yang digunakan sebagai penampungan sementara untuk pasien diduga terinfeksi Covid-19, besok (12/4/2020) dapat selesai 100 persen.

"Insya allah jadi kita targetkan memang besok itu sudah selesai semua jadi, Senin (12/4/2020) Dinas Kesehatan sudah langsung menggunakan," tutupnya.
 

Bupati Malang Sanusi telah memutuskan bersama jajaran Fokopimda Kabupaten Malang untuk memanfaatkan sementara bangunan rumah susun sewa (Rusunawa) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Malang untuk digunakan sebagai ruang isolasi pasien diduga terinfeksi Covid-19.
 

Hal itu dikatakan Sanusi pada hari Selasa (31/3/2020) saat berada di lokasi peninjauan Rusunawa ASN Kabupaten Malang yang terletak di block office Pemerintah Kabupaten Malang, Jalan Trunojoyo Kecamatan Kepanjen. 

Serta telah diputuskan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang yang diberikan wewenang untuk melakukan pembenahan terkait pemanfaatan sementara tersebut. 

Untuk diketahui, berdasarkan data per (10/4/2020) yang telah di rilis oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui akun resmi twitter nya di @JatimPemprov bahwa tercatat pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Malang sebanyak 11 pasien, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 78 pasien, serta Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 201 orang.