Plt Direktur Utama RSUD Kanjuruhan Dian Suprojo, Bupati Malang Sanusi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo yang sedang memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (7/4/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Plt Direktur Utama RSUD Kanjuruhan Dian Suprojo, Bupati Malang Sanusi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo yang sedang memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (7/4/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Sejumlah kanal media sosial di Malang Raya dan Jawa Timur sempat dihebohkan dengan berita penyemprotan disinfektan di kawasan Dau, Kabupaten Malang. Di lokasi tersebut, satu keluarga tengah berjuang melawan penyakit Covid-19 yang tengah menjadi momok bagi masyarakat. 

Perjuangan satu keluarga yang berjuang melawan Covid-19 akhirnya membuahkan hasil. Saat ini, seluruh anggota keluarga tersebut telah mendapatkan kesembuhan. 

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Plt Direktur Utama RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Dian Suprojo menuturkan bahwa pasien yang merupakan satu keluarga itu berjumlah lima orang yang dievakuasi pada hari Minggu (22/3/2020) dini hari.

Satu keluarga tersebut di evakuasi dari kediamannya di daerah Dau, Kabupaten Malang dengan petugas kesehatan Kabupaten Malang yang memakai baju Alat Pelindung Diri (APD) lengkap menuju RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

"Jadi lima orang ini satu rumah, satu keluarga tiga positif, dua negatif dan yang negatif pun sampai terakhir semuanya negatif," tuturnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pringgitan Pendopo Kabupaten Malang, Selasa (7/4/2020) sekitar pukul 15.40 WIB.

Dian Suprojo mengisahkan, keluarga tersebut masih merasa kebingungan saat awal menjalani masa perawatan yang intensif. Saat ada visite oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya, pasien heran dengan perlakuan yang diberikan kepada seluruh anggota keluarga.

"Ada keluhan bahwa beliau semuanya tidak tahu kenapa harus diperlakukan seperti itu, yang meriksa harus pakai baju astronot. Dari dinas memang belum menyampaikan karena terkait dengan Undang-Undang Kedokteran tentang kerahasiaan," jelasnya.

Akhirnya tim dokter spesialis paru dari RSUD Kanjuruhan Kepanjen menjelaskan terkait hasil pemeriksaan kepada semua pasien yang terdapat hasil positif dan negatif Covid-19. Di situlah pasien mengetahui penyakit yang diderita dan menerima kondisinya. 

Para dokter dan perawat pun berupaya melakukan komunikasi positif. Selama perawatan intensif, pola komunikasi yang dilakukan memunculkan motivasi untuk pasien agar segera pulih dan sembuh.

"Sehingga apa yang diminta oleh keluarga ini kita penuhi, terkait dengan dengan minta minum harus ada air panas, ada TV dan kopi itu kita siapkan semua. Apa yang diinginkan kita berikan," tambah Dian Suprojo yang juga sebagai dokter spesialis THT (Tenggorokan, Hidung dan Telinga).

Pasien menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen kurang lebih empat hari. Perawatan itu lebih pada upaya meningkatkan imunitas semua pasien agar mempercepat kesembuhannya.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Jombang Seorang Dokter, Ada 80 Orang Berpotensi Tertular

Akhirnya, tim dokter RSUD Kanjuruhan berdiskusi dan bersepakat dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, untuk mengisolasi mereka di salah satu tempat yang telah disediakan oleh tim kesehatan Pemerintah Kabupaten Malang.

"Kita sepakat untuk pasien setelah perawatan yang memang harus dilakukan pengobatan selesai, maka pasien ini harus dilakukan perawatan di luar rumah sakit yang kita istilahkan safe house," paparnya.

Sedangkan penuturan perwakilan dari keluarga yakni pria berinisial SA yang disiarkan melalui video di layar yang telah disediakan, dirinya beserta keluarga mengucapkan terima kasih banyak atas kinerja tim kesehatan RSUD Kanjuruhan Kepanjen dan RSJ Lawang yang telah menyediakan tempat isolasi yakni safe house.

"Terima kasih kepada Kepala Dinkes Kabupaten Malang, tim Rumah Sakit Kanjuruhan yang sudah merawat kami selama sekitar empat hari. Untuk direktur RSJ Lawang yang sudah menyediakan safe house dengan segala kebutuhan yang kami gunakan di ruangan ini," ujarnya.

Dalam kondisi perawatan intensif, seluruh anggota keluarga SA mendapatkan pelajaran dan pengalaman dalam me-manage mental dan motivasi agar tetap semangat menjalani proses perawatan terhadap dirinya dan keluarganya.

SA juga berpesan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Malang agar selalu mematuhi anjuran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah untuk menekan jumlah persebaran Covid-19 di Indonesia secara umum dan Kabupaten Malang secara khusus.

"Bahwa Covid ini bukan aib, Covid ini kebetulan hanya musibah kepada keluarga kami jadi jangan terlalu paranoid, yang pasti adalah mengikuti aturan Pemerintah yang berhubungan dengan social distancing, cuci tangan, kemudian memastikan kondisi tubuh dalam selalu kondisi fit itu yang paling utama," tutupnya.