Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi memprediksi adanya penurunan pendapatan PAD akibat covid-19 hingga 50 persen di tahun 2020 (dok MalangTimes)
Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi memprediksi adanya penurunan pendapatan PAD akibat covid-19 hingga 50 persen di tahun 2020 (dok MalangTimes)

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 tak hanya membuat pemerintah pusat putar otak. Terkait keuangan negara, baik pemasukan maupun belanja di tengah berbagai kebijakan stimulus yang dilahirkan. 

Pemerintah daerah (Pemda) pun harus juga putar strategi dan tak terlalu pasang target terkait pendapatan asli daerah (PAD)-nya.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Tak terkecuali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, yang awal tahun memasang target PAD melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Yakni, raupan PAD tahun 2020 ditarget bisa mencapai Rp 715 miliar.

Tapi, sejak virus Covid-19 merebak sejak awal Maret 2020, target itu pun harus direvisi. Bahkan, menurut Purnadi, Kepala Bapenda Kabupaten Malang, pihaknya tak lagi memasang target raupan PAD dengan kondisi saat ini.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang ini, juga menyampaikan pandangannya bila wabah Covid-19 tak mereda hingga Mei 2020 mendatang, maka PAD akan merosot di angka 40-50 persen.

"Ini prediksi riil. Bila wabah hingga Mei belum teratasi, kita prediksi PAD akan merosot 40 hingga 50 persen," katanya, Selasa (7/4/2020).

Asumsi yang dibangun itu didasarkan pada beberapa PAD yang mengalami penurunan drastis. Misalnya di sektor perhotelan dan restoran yang omzetnya turun sangat drastis.
Dilaporkan dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), tingkat okupansi saat ini sangat terpuruk. Dari 100 kamar hanya 1 kamar yang terisi. Pun dengan berbagai sektor lainnya, baik pajak maupun retribusi yang jadi sumber pundi-pundi PAD selama ini.

Purnadi juga menyampaikan, PAD yang baru didulang dari Januari-Maret 2020 hanya sekitar Rp 47 miliar saja. Bila hingga Mei, sebaran Covid-19 masih terus menginfeksi masyarakat, maka target awal PAD hanya bisa dipenuhi paling tinggi 50 persen saja.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Dengan kondisi itu pula Purnadi, seperti yang juga dilakukan oleh pemerintah pusat akan lebih memprioritaskan kegiatan-kegiatan operasional di tahun pandemi Covid-19 ini. Penghematan anggaran menjadi salah satu kebijakan yang akan diambil oleh Pemkab Malang. 
Sedangkan untuk kegiatan-kegiatan pembangunan atau fisik dimungkinkan akan direalokasi sementara dalam upaya menekan beban belanja.

"Untuk itu dimungkinkan dibatasi dulu. Semoga Mei wabah sudah mereda dan PAK bisa dipercepat kan, kita ajukan ulang," tandasnya.