Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Pandemi covid-19 atau virus corona masih menjadi perhatian dunia. Kemunculan virus yang menyerang organ pernapasan manusia itu pada kenyataannya tak hanya membuat masyarakat berkonsentrasi menghindari virus. Namun tak sedikit pula yang memunculkan teori-teori baru.

Salah satunya seperti kemunculan video singkat beriisi teori-teori baru yang kini banyak beredar di media sosial dan pesan singkat WhatsApp. Dalam video berdurasi tak lebih dari 18 menit itu, disampaikan sederet teori terkait kemunculan covid-19 dan goal yang diinginkan  para elit global.

Baca Juga : Akhir Kisah Sahabat Rasulullah yang Mengatakan Zakat Adalah Pungli

Video yang diunggah FE 101 Channel pada 31 Maret 2020 lalu contohnya. Video dengan judul Episode 18 Teror Virus Corona itu saat ini telah ditonton lebih dari 800 ribu kali hingga Sabtu (4/4/2020).

Narator dalam video menjelaskan secara detail tentang keberadaan virus corona yang nyatanya sudah ada sejak lama. Sedangkan covid-19 yang kini baru saja muncul tersebut meruoakan hasil perkembangan genetiik dari virus corona itu sendiri.

Dijelaskan jika virus seperti covid-19 tersebut sebelumnya juga sudah menyerang masyarakat di belahan dunia. Di antaranya seperti SARS yang diketahui muncul sejak 2002 lalu dan MERS yang ditemukan pada 2012.

Dua jenis virus itu dijelaskan jauh lebih berbahaya ketimbang covid-19. Namun lantaran penyebaran covid-19 jauh lebih cepat, maka membuat penyakit satu ini lebih ganas. Apalagi, junlah kematian akibat covid-19 lebih banyak daripada SARS dan MERS.

Narator kemudian menjelaskan bahwa kemunculan virus influenza di berbagai belahan bumi bukan hanya lantaran sifat alamiah. Namun ada beberapa kasus yang berdasarkan faktor kesengajaan atau peran serta manusia.  Itu lantaran influenza sejak dari dulu juga dikenal sebagai senjata biologis dalam sebuah peperangan.

Covid-19 pun dicurigai sebagai salah satu jenis virus yang disebarkan lantaran campur tangan manusia. Sebab, persebarannya dinilai para ilmuan sangat tak masuk akal, kecuali adanya peran serta manusia di dalamnya dalam memproduksi asam amino. Sebab, dalam berbagai penelitian, covid-19 meruoakan salah satu jenis virus yang bisa ditanggulangi saat asam amino menipis. 

 Namun dalam kasus yang sedang terjadi saat ini, asam amino justru mengalami peningkatan yang sangat tidak masuk akal. Sehingga memunculkan dugaan adanya campur tangan manusia.

Bahkan muncul beberapa teori yang menyebut jika sebelum disebarkan ke Wuhan, China, covid-19 sebelumnya telah diuji coba selama dua bulan dan mengakibatkan kematian banyak orang di New York. Sementara kasus pertama di Wuhan, China ditemukan setelah disebutkan disebarkan oleh pasukan tentara yang datang ke Wuhan. "Jadi, semua sydah didesain sangat matang," kata narator.

Disampaikan juga jika pada 2015 lalu, Bill Gates pernah memprediksi adanya kemunculan penyakit influenza oleh sebuah virus yang sengaja dimunculkan. Kondisi itu ia sebut jauh lebih mengerikan dibanding peperangan.

Modifikasi virus corona itu juga disebut-sebut bertujuan untuk menghancurkan ekononi global. Dalang dari aksi itu bukan dari negara tertentu yang hendak mencari keuntungan. Melainkan para elit dunia yang memiliki kekuatan untuk mengontrol negara-negara besar.

Sama halnya dengan sederet peristiwa yang telah tercatat dalam sejarah, kelompok elit itu masih memanfaatkan pola yang sama. Yaitu menciptakan masalah, memunculkan reaksi, serta hadir seolah memberikan solusi bagi seluruh negara yang di ambang krisis.

Dalam kasus covid-19, China dijadikan kambing hitam dalam kemunculan sebuah permasalahan. Langkah selanjutnya, para elit tersebut menciptakan kepanikan melalui berbagai media massa besar yang berada di bawah naungan elit global tersebut.

Kepanikan global mencuat melalui sederet pemberitaan mengerikan seperti jumlah kematian hingga persebaran virus yang cukup masif. Sehingga mendorong masyarakat dan negara-negara melakukan lockdown.

Baca Juga : Pengantin 'Masker', Anak Kapolsek Beji Menyambut Hari Bahagia di Tengah Pandemi Covid-19

Kondisi paling menakutkan adalah ketika kepanikan muncul di mana-mana. Kondisi itu disebut-sebut akan banyak dimanfaatkan oleh elit global tersebut untuk meraup keuntungan. Sehingga seluruh keinginan mereka untuk menguasai dunia dapat tercapai dengan mudah.

Tak lama dari kepanikan, solusi diberikan melalui sederet bantuan oleh lembaga-lembaga dunia seperti WHO. Namun, pendanaan yang diberikan atas kendali dari kaum elit yang menginginkan kehancuran perkonomian dunia. Pinjaman demi pinjaman pun diberikan kepada setiap megara yang membutuhkan suntikan dana.

Pada akhirnya, banyak negara yang terpaksa meminjam uang dan menambah jumlah utang mereka. Sementara goal yang hendak dicapai adalah penggunaan mata uang global. Di mana mata uang tersebut tak dalam bentuk kertas maupun e-money seperti yang dikenal saat ini, melainkan dalam bentuk chip yang ditanamkan ke tangan manusia. 

Dengan begitu, upaya menguasai dunia oleh para elit dunia itu disebut dapat tercapai. Manusia di seluruh dunia akan dijadikan sebagai budak mereka yang dapat dikendalikan melalui chip tersebut.

(https://youtu.be/iyuDWU0-i_A)

Sementara itu, tokoh intelektual muslim Indonesia Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun dalam catatannya yang berjudul 'Kewuhanan Yang Maha Esa' menyebut jika covid-19 merupakan bagian dari virus yang sengaja diciptakan manusia.

Menurut Can Nun, itu  bermula pada 2015 lalu, sebuah penelitian mengenai corona virus dimulai di salah satu laboratorium di Wuhan, China, dan dibiayai oleh pemerintah USA. Virus yang dilabeli sebagai senjata biologis itu akhirnya muncul dan menyerang saat ini.

Sehingga dia mencoba mengimbau agar masyarakat tak terlalu panik dengan segala yang terjadi hari ini. Pasalnya,  itu merupakan bagian dari propoganda mereka untuk memengaruhi manusia di berbagai belahan dunia.

Kebenaran atas teori yang bermunculan itu masih perlu dipertanyakan. Pro dan kontra atas permasalahan dari setiap teori pasti akan bermunculan. Untuk mengetahui secara mendetail mengenai teori yang telah banyak disampaikam tersebut, MalangTIMES mencoba mewawancarai para pakar ekononi, ahli biologi, hingga pakar komunikasi. Sepenuhnya pendapat para ahli dan pakar tersebut akan dibahas dalam tulisan MalangTIMES berikutnya.