Renaksi kesiapsiagaan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang dikawal ketat oleh Syamsul Hadi sebagai Dirut perusahaan plat merah ini (dd Nana)
Renaksi kesiapsiagaan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang dikawal ketat oleh Syamsul Hadi sebagai Dirut perusahaan plat merah ini (dd Nana)

MALANGTIMES - Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang terus menguatkan kesiapsiagaan secara internal dalam melakukan pencegahan penyebaran virus covid-19.

Berbagai rencana aksi (renaksi) satu demi satu dikawal secara ketat. Juga dipastikan berjalan sesuai dengan protokol kesehatan sehingga tak menganggu proses pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Dari data rencana aksi kesiapsiagaan Perumda Tirta Kanjuruhan, ada 10 tahapan kegiatan. Setiap tahap, khususnya terkait di internal kepegawaian, menjadi hal wajib diterapkan.

"Ini sebagai upaya kami menjamin pelayanan air bersih dan minum bagi masyarakat. Bila seluruh petugas sehat, maka operasional perusahaan tetap berjalan. Tentunya dengan rencana aksi kesiapsiagaan lainnya, seperti physical distancing, tetap diterapkan," ungkap Syamsul Hadi, direktur utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jumat (3/4/2020).

Orang nomor satu di perusahaan daerah yang bergelut dalam pemenuhan air bersih dan minum itu melanjutkan, 10 rencana aksi kesiapsiagaan yang dipergunakan juga terkait dengan dampak ekonomi para pelanggannya. Misalnya, terkait refocussing maupun realocating penggunaan dana sosial hingga terkait aksi kepedulian sosial.

"Jadi, renaksi ini juga mengatur juga dampak corona. Hingga tak hanya kesiapsiagaan di internal kami saja tapi juga di masyarakat," ujarnya.

Secara lengkap renaksi kesiapsiagaan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang dalam menghadapi virus covid-19 dalam upaya menjamin pelayanan ke masyarakat adalah sebagai berikut :
1. Penyusunan standar pencegahan, dengan kegiatan yang telah dilaksanakan dan terus dikawal hingga kini, seperti SOP kedatangan dan kepulangan pegawai dan tamu. Selain itu, instruksi kerja mencuci tangan, penyemprotan disinfektan mandiri, dan penggunaan alat pelindung diri (APD).

2. Pengendalian administratif, berupa membentuk gugus tugas, refocussing dan realocating penggunaan dana sosial perusahaan, serta refocussing dan realocating penggunaan biaya tak terduga.

3. Pengendalian dan rekayasa lingkungan kerja, meliputi kegiatan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk kantor, menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun, penggunaan ID card sebagai akses kontrol pintu, menyediakan hand sanitizer, dan menyediakan bilik desinfektan.

4. Physical distance, dengan kegiatan sesuai  instruksi bupati Malang, yakni pengurangan jam kerja, pembagian work from home, menunda kegiatan yang melibatkan banyak peserta, penundaan pembacaan meter, pembacaan mandiri dan pemakaian rata-rata tiga bulan terakhir, himbauan pembayaran dan pengaduan melalui akses online.

5. Pola hidup bersih dan sehat, dengan kegiatan berjemur sebelum bekerja kewajiban menggunakan APD, kewajiban cuci tangan sebelum masuk kantor, pemeriksaan pegawai kesehatan oleh dokter perusahaan.

6. Edukasi dan sosialisasi kepada pegawai dengan cara meningkatkan pengetahuan tentang covid-19 dan  informasi perkembangan penyebaran covid-19

Baca Juga : Sumbang Angka Positif Covid-19 Tertinggi, Gubernur Jatim Belum Ajukan PSBB

7. Kepedulian sosial, berupa kegiatan bantuan sembako kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan warga area sumber air, bantuan sembako ke pelanggan bersubsidi, penyediaan kaporit cair ke BNPB untuk penyemprotan, penyediaan air bersih pada rusunawa di Kepanjen yang dipergunakan untuk tempat penampungan sementara masyarakat pendatang.

Tak hanya itu. Dalam renaksi kesiapsiagaan Perumda Tirta Kanjuruhan, lanjut Syamsul, kemungkinan terakhir berupa lockdown pun telah dipersiapkan.

"Baik persyaratan bila memang lockdown, petugas tertentu tetap bekerja melayani masyarakat hingga risiko dan ketahanan dalam menghadapi lockdown," ujarnya.

Terkait lockdown, terdapat dalam poin 8 yang berbunyi: " Persyaratan Lockdown dapat dilakukan kecuali bagi operator produksi dan distribusi."

Sedangkan untuk risiko lockdown di poin 9 dengan kegiatan, tenaga operator produksi/distribusi tetap harus melaksanakan tugas, ketersediaan bahan kimia, sparepart lompa, pipa dan aksesori Serta langkah antisipasi dengan adanya lockdown, berupa distribusi dan mobilisasi pelayanan terhambat dan daya beli masyarakat menurun serta berpotensi meningkatkan tunggakan.

Rencana aksi kesiapsiagaan yang terakhir adalah ketahanan lockdown dengan asumsi 1 bulan.
"Dengan renaksi kesiapsiagaan itu, kami telah jauh hari mempersiapkan berbagai upaya. Sehingga bila ada opsi tersulit pun, pelayanan ke masyarakat tetap berjalan," tandas Syamsul.