Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Lakukan Pelacakan Covid-19, Hampir Dua Ribu Warga UB Miliki Risiko Terpapar Corona

Penulis : Pipit Anggraeni - Editor : Nurlayla Ratri

29 - Mar - 2020, 17:24

Placeholder
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Satgas Covid-19 Universitas Brawijaya (UB) Malang baru saja melaksanakan pelacakan dan penapisan risiko melalui penyebaran kuesioner secara daring. Hasilnya, sekitar dua ribu warga UB memiliki risiko terpapar virus Corona.

Ketua Satgas Covid-19 UB, dr. Aurick Yudha, Sp.Em menyampaikan, penapisan risiko dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara daring yang dilakukan sejak tanggal 15 sampai dengan 22 Maret 2020.

Baca Juga : Sehari 9 Korban Covid-19 di Surabaya Meninggal, Gubernur Minta Contoh Magetan Tekan Kasus

Dari penyebaran kuesioner tersebut, total responden yang mengisi sebanyak 4.748 dosen dan tenaga kependidikan, serta 37.264 mahasiswa. 

Dari total jumlah yang mengisi kuesioner tersebut secara mandiri (self assessment), yang melaporkan kontak sesuai kriteria kasus sebanyak 0,63 persen untuk dosen dan tenaga kependidikan. Kemudian 0,18 persen untuk mahasiswa.

Sementara total responden yang memiliki kemungkinan resiko sebanyak 4,3 persen untuk dosen dan tenaga kependidikan, serta 4,4 persen untuk mahasiswa.

Jika dikalkulasikan, maka 4,3 persen dari 4.748 responden dosen dan tenaga kependidikan yang beresiko mencapai 204 orang. Sementara untuk mahasiswa jika dikalkulasikan adalah 4,4 persen dari 37.264 mahasiswa sebagai responden, yaitu sebesar 1.639 orang yang beresiko. 

Jika diakumulasikan, maka ada sekitar 1.843 responden atau hampir dua ribu responden yang beresiko.

"Angka yang beresiko tersebut didominasi oleh civitas akademika yang sedang bertugas di rumah sakit," katanya.

Humas Satgas Covid-19 UB, dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F menambahkan, yang perlu digarisbawahi dari total persentase yang berisiko itu adalah sebagian besar civitas akademika yang bekerja di bidang kesehatan.

Sehingga, responden besar terutama di bidang kesehatan tentu memiliki kemungkinan risiko. Dan setelah dilakukan penapisan, risiko ini diklaim amat sangat bisa terkontrol dengan penjelasan, edukasi, peningkatan PHBS dan support disiplin penggunaan APD.

"Statement self assesment, kesadaran akan kesehatan dan terkontrol di dalam UB ini yang sangat penting. Karena UB juga ikut aktif untuk memutus pandemi ini dengan membuat semua civitas aktif melaporkan kesehatannya. Bukan hanya saat sakit saja," terang Eriko.

Dia pun berharap, keaktifan masyarakat Kota Malang untuk lebih ditingkatkan. Karena kesadaran itu amat penting untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19. Karena upaya yang dilakukan UB hanya bagian kecil dari masyarakat Kota Malang untuk meningkatkan kewaspadaan kesehatan sendiri di lingkungan civitas akademika.

Lebih jauh Eriko menjelaskan, kuesioner yang dibuat UB tersebut memiliki berbagai form yang harus diisi. Di antaranya seperti pertanyaan apakah responden pernah ke luar negeri terutama yang ditetapkan sebagai tempat pandemi.

Pertanyaan selanjutnya seperti apakah responden pernah ke luar kota di Indonesia yang masuk daftar red zone, kemudian apakah ada gejala atau tidak. Jika tidak ada gejala akan tetap dimasukkan sebagai kemungkinan resiko dan tetap diedukasi untuk berdiam diri di rumah selama 14 hari.

"Seandainya ada gejala maka kami bantu pantau sampai 14 hari sambil melihat ada perubahan gejala atau tidak," imbuhnya.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

Dia juga menegaskan jika prosentase yang didapatkan dari hasil kuesioner tersebut adalah bersumber dari jawaban melalui penilaian diri sendiri yang jujur dan peduli terhadap kesehatannya.

"Jadi kalau pun dikatakan kemungkinan risiko karena misal pulang dari Jakarta sudah masuk kemungkinan risiko meskipun tidak ada gejala," imbuhnya.

Eriko juga menjelaskan jika upaya penapisan tersebut dilakukan berdasarkan hasil rilis Pemerintah Kota Malang dan RSSA Malang berkaitan dengan Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang.

"Sehingga kami wajib untuk memantau semua sivitas untuk aware terhadap kondisi tersebut dan kemudian untuk meminta bantuan seandainya diperlukan. Dan Alhamdulillah sekian persen itu saat kita pantau dengan kriteria tersebut, semuanya sehat, tidak ada keluhan dan bila ada keluhan ringan sudah diarahkan berobat dan sembuh," jelas Eriko.

Sementara itu, untuk satu Mahasiswa UB yang terkonfirmasi positif Covid-19 sesuai dengan rilis resmi RSSA dan Pemerintah Kota Malang, telah dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan.

Sedangkan, civitas akademika yang melakukan kontak erat dengan mahasiswa tersebut setelah dilakukan penapisan dan observasi selama 14 (empat belas) hari menunjukkan tidak memiliki gejala sakit.

Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, Satgas Covid-19 UB telah melakukan koordinasi dengan Satgas Covid 19 dari Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kota Batu, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, dan Universitas Islam Malang (UNISMA).

Selain itu, Tim Satgas Covid-19 UB juga memiliki tugas pokok. Diantaranya seperti peningkatan kewaspadaan, pencegahan dan pengendalian infeksi pandemi Covid 19 di lingkungan UB.

Aktivitas yang telah dilaksanakan SATGAS Covid 19 UB antara lain melakukan promosi kesehatan, membentuk protokol kesehatan, memastikan budaya perilaku hidup bersih dan sehat.

Kemudian memproduksi hand 
sanitizer, memproduksi disinfektan, memberi vitamin C, buah-buahan, susu, dan nasi kotak, melengkapi fasilitas dan sarana prasarana RSUB, melakukan koordinasi internal dan eksternal, dan melakukan penapisan terhadap civitas akademika UB.


Topik

Peristiwa malang berita-malang berita-malang-hari-ini Pelacakan-Covid-19 Warga-UB Satgas-Covid-19-Universitas-Brawijaya risiko-terpapar-virus-Corona dr.-Aurick-Yudha corona-di-malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Pipit Anggraeni

Editor

Nurlayla Ratri