Aktor Deva Mahendra. (Foto: instagram @devamahenra)
Aktor Deva Mahendra. (Foto: instagram @devamahenra)

MALANGTIMES - Wabah pandemi virus Corona atau Covid-19 hingga kini terus menjadi perhatian publik seantero dunia. Di Indonesia, beragam langkah pencegahan untuk menghentikan penyebaran penyakit ini telah digalakkan.

Sayangnya, masih saja ada masyarakat yang sulit untuk diimbau mengikuti arahan untuk berdiam diri sejenak di rumah, sebagai salah satu upaya memutus penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Didi Kempot Gelar Konser Amal dari Rumah, Hanya 3 Jam Donasi Capai Rp 5,3 Milliar

Hal inilah yang juga disoroti oleh artis Indonesia, salah satunya aktor Deva Mahenra. Melalui akun YouTube-nya, ia mengajak kepada masyarakat di Indonesia untuk sama-sama saling menjaga keadaan.

"Lupakan sejenak tiket kereta, pesawat, dan liburan dg perjalanan yg panjang. Pada hari ini, detik ini, kita sedang kedatangan tamu tak diundang yg tidak pernah kita duga sebelumnya. Tamu itu bernama Covid-19," ungkapnya dalam pembukaan video berdurasi sekitar 5 menit itu. 

Aktor berusia 29 tahun ini menjelaskan, keberadaan Covid-19 seakan tidak bisa dianggap remeh. Sebab, penularannya yang hanya melakui kontak fisik akan mudah sekali menimpa setiap orang. Karenanya, ia mengajak masyarakat di Indonesia untuk melakukan karantina diri sejenak untuk saling menjaga.

"Tentu kita semua tidak pernah menginginkan pandemi ini menyerang bumi sejak hari pertama. Indonesia bukan pengecualian, Indonesia sama manusianya dengan puluhan negara lain yang warganya berangkulan untuk saling menjaga.
Bedanya, dalam pandemi Covid-19 ini tidak ada yang bisa benar-benar sama sekali saling berangkulan. Virus bisa menular dengan mudah bahkan lewat kontak fisik. Itulah sebabnya, kita harus melakukan self isolation di rumah. Ya, self isolation, karantina diri," imbuhnya.

Memang, perjalanan isolasi diri dikatakannya tidak mudah dilalui oleh semua orang. Terlebih, jika orang tersebut sudah terbiasa melakukan aktivitas di luar rumah. "Kamu, saya, kita semua sama-sama mendapatkan tugas yang sama. Diam di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona," terangnya.

Ia mengibaratkan kondisi masyarakat saat ini layaknya pebalap motor yang harus melakukan pitstop. Di mana, seorang pebalap motor harus berhenti sejenak untuk melakukan pengisian bahan bakar atau melakukan penyesuaian mekanis sebelum melanjutkan sesi balapnya. Di sinilah, manusia dianggap untuk melakukan jeda sejenak dengan segala aktivitas luarnya.

"Suka tidak suka, mau tidak mau pemberhentian ini adalah wajib. Deadline pekerjaan yang menyita waktu kini jadi sedikit lebih longgar. Sarapan yg buru-buru kini diganti dengan semangkuk sup hangat buatan ibu. Kamu jadi bisa ngobrol dengan ayahmu yang mungkin sedang membaca koran di ruang tengah sekarang ini. Pikiran yang bising dan ketakutan tertinggal KRL pun bisa kamu kesampingkan sejenak. Kalaupun kamu lelah menatap layar demi menyelesaikan pekerjaan secara online, ingat kamu tetap berhak untuk beristirahat," ungkapnya.

Baca Juga : SBY Persembahkan 'Cahaya Dalam Kegelapan', Lagu Bagi Para Pejuang Covid-19

Aktor yang juga pernah memainkan peran sebagai Bastian di Sitkom Tetangga Masak Gitu ini bahkan menerangkan mengenai konsep manusia. Ia menerangkan, salah seorang penulis asal Swiss bernama Johann Hari, dengan buku berjudul 'Lost Connections' jika manusia tidak desain untuk selalu menatap layar.

Hal inilah, yang sekiranya harus saling dipahami antar sesama manusia. Momen berdiam diri di rumah, setidaknya untuk dijadikan setiap orang dalam membentuk diri. Melakukan hal yang sebelumnya mungkin dirasa belum menjadikan aktivitas harian.

"Tapi yang jelas, ini adalah pertanda bahwa yang kita butuhkan hanyalah satu, jarak. Bertahanlah sebentar untuk tidak bertemu. Urusan di luar bisa menunggu tapi tidak dengan kesehatan. Percayalah ini tidak akan jadi berat, ini juga tidak akan jadi menyiksa, karena apa yang sedang kita lakukan adalah upaya untuk menjaga dunia," jelasnya.

Tak lupa, ia juga mengajak seluruh masyarakat di tanah air memberikan apresiasi yang tinggi bagi pahlawan dalam peperangan melawan Covid-19. Seperti Dokter dan petugas medis yang berdiri di garda terdepan membantu menyembuhkan pasien-pasien ini.

Selain itu, turut mendoakan para pekerja yang tidak bisa melalui pekerjaan di rumah. Yakni, TNI/Polri, entertainer di televisi, jurnalis, pengemudi online, content creator, hingga youtuber.

"Teman-teman, tugas kita kali ini tidaklah berat, bersahabatlah dengan jeda dan jarak. Jadikanlah ini titik balik untuk mengenal diri dan juga keluarga, hargai waktu yang kita miliki sekarang, karena belum tentu akan kita dapatkan selamanya. Sebab ingat ini bukan cara mudah yang bisa kita lakukan untuk saling menjaga. Tetaplah kuat, tetaplah sehat dan semoga senantiasa diberikan bahagia-bahagia kecil dan syukur-syukur yang besar dalam situasi seperti sekarang ini," tutupnya.