Tersangka Zainul Masduki (duduk di kursi roda) saat digelandang petugas kepolisian usai sesi rilis berakhir (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Tersangka Zainul Masduki (duduk di kursi roda) saat digelandang petugas kepolisian usai sesi rilis berakhir (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Zainul Masduki tidak henti-hentinya memegangi kakinya yang kesakitan lantaran dilumpuhkan polisi dengan timah panas, saat sesi rilis di ruang Rupatama Polres Malang berlangsung, Jumat (27/3/2020) petang.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Salah satu warga Dusun Blado, Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang ini terpaksa dilumpuhkan kakinya oleh polisi, lantaran melawan saat hendak diringkus petugas.

”Tersangka kami amankan karena terlibat dalam jaringan tindak kejahatan penjambretan, saat ini kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Kami masih memburu seorang pelaku lainnya, yang sementara ini masih berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang),” kata Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, saat sesi rilis berlangsung, Jumat (27/3/2020) petang.

Berdasarkan penyidikan kepolisian, pelaku yang masih berstatus buronan polisi ini diketahui berinisial H. Di mana, komplotan penjambretan yang beranggota dua orang tersebut, sudah sering melancarkan aksi penjambretan.

Terakhir, kedua pelaku melancarkan aksinya di kawasan Jalan Raya Kromengan, Kabupaten Malang pada awal bulan Maret 2020 lalu. Saat itu, pelaku menjambret pengendara sepeda motor berboncengan yang diketahui bernama Anik Dwi Widyaningsih dan Sri Hartatik.

”Saat melancarkan aksinya, komplotan penjambretan ini menggunakan dua sepeda motor. Dimana satu orang pelaku yakni H bertugas sebagai eksekutor, sedangkan pelaku ZM (Zainul Masduki) berperan membuntuti dari belakang saat pelaku H melancarkan aksinya,” terang Andaru.

Ketika itu, lanjut Andaru, pelaku H yang sedang mengendarai motor Honda Tiger berhasil memepet kedua korban yang kemudian merampas perhiasannya. Menyadari jika mereka menjadi sasaran perampokan, kedua korban seketika berteriak minta tolong.

Pengendara lain yang mendengar teriakan tersebut bergegas mengejar pelaku H. Namun, tersangka Zainul yang saat itu mengendarai motor Satria Fu seketika menghadang para warga dan penguna jalan yang ingin mengejar rekannya tersebut.

Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja

Di sisi lain, anggota Polres Malang yang mendapat laporan adanya aksi penjambretan, bergegas melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Berselang beberapa jam kemudian, kedua pelaku kembali ke lokasi penjambretan, guna mencari korban selanjutnya.

”Setelah memastikan ciri-ciri kedua pelaku sama seperti yang dilaporkan korban, anggota yang saat itu melakukan penyanggongan bergegas mengejar kedua pelaku,” kata Andaru.

Mengetahui aksinya kepergok polisi, komplotan penjambretan yang beranggota dua orang ini bergegas kabur dengan mengendarai sepeda motornya. Terus mengelak, polisi yang sat itu melakukan pengejaran akhirnya melepaskan tembakan ke arah kaki tersangka Zainul.

”Satu orang pelaku lainnya berhasil kabur saat hendak diamankan, tapi identitasnya sudah kami ketahui. Anggota saat ini masih memburu keberadaan satu pelaku lainnya yang berhasil kabur tersebut,” sambung Andaru.

Selain mengamankan satu orang tersangkanya, polisi juga menyita berbagai barang bukti kejahatan. Di antaranya satu kalung emas hasil penjambretan, satu set pakaian dan satu unit motor Satria Fu nopol N-6653-TCK yang dijadikan sarana penjambretan.

”Terhadap tersangka kami jerat dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), dengan ancamannya maksimal 9 tahun kurungan penjara,” tutup Andaru yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Gresik ini.