Presiden Jokowi saat membeli durian. (detik food)
Presiden Jokowi saat membeli durian. (detik food)

MALANGTIMES - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencurahkan perasaannya atas durian yang pernah dibelinya di dalam negeri. Durian itu dibeli Jokowi untuk kado ulang tahun istrinya.

Harapan besar bisa memberikan surprise untuk sang istri, Iriana Joko Widodo, akhirnya berujung kecewa. Pasalnya, durian yang dibeli dengan harga mahal dan terlihat bagus itu, ternyata setelah dicicipi, rasanya tak enak.

Baca Juga : Bupati Sanusi Beri Nama Khusus Durian Berusia 70 Tahun di Bazar Durian Jombok

"Saya pernah beli durian dengan harga mahal. Barang saya lihat bagus, tapi rasa tidak enak," kata Jokowi mencurahkan hatinya, Kamis (12/3/2020).

Keluhan orang nomor satu di Indonesia ini tentunya bukan sekadar untuk pribadi atau kepentingan istrinya. Tapi juga untuk memberikan dorongan lebih sekaligus bentuk evaluasi terkait sektor perkebunan di Indonesia. Salah satunya adalah buah durian yang tumbuh cukup banyak di berbagai daerah.

Sayangnya, seperti yang disampaikan Jokowi, limpahan kesuburan itu tak diikuti dengan proses budidaya yang bisa menghasilkan kualitas durian menjadi lebih tinggi dari saat ini. Padahal, permintaan dari China besar sekali untuk komoditas durian ini. 

"Sayangnya kualitas durian kita ada yang enak, ada yang tak enak. Ini saya berharap ke petani untuk bisa membenahi kualitasnya. Masa enggak bisa? Permintaan ekspor durian cukup besar," ujarnya.

Tak hanya durian yang dikeluhkan Jokowi. Buah manggis pun hampir sama dengan durian yang diminati pasar luar negeri. Bedanya, di durian kualitas rasanya masih banyak yang tak enak. Sedangkan untuk manggis, barangnya yang tak ada.

Baca Juga : Mengenal Narwastu, Tanaman yang Dicatat Alkitab dan Perawat Tanah Sakit

Kondisi ini yang membuat Jokowi meminta kepada petani yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk mengembangkan kebun buah tropis seperti durian dan manggis. "Karena masih sedikit petani yang garap ini. Padahal permintaan ekspor sangat terbuka. Ini juga agar produksi sektor pertanian juga lebih merata," pungkasnya.