MALANGTIMES - strong>MALANGTIMES - Bazar Durian Jombok di Dusun Kasin, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang juga dihadiri Bupati Malang Sanusi, Minggu (1/3/2020).
Saat itu Sanusi secara khusus memberi nama durian yang ada di sana. Sanusi memberikan nama durian itu Kasian.
Baca Juga : Lagi Hits, Begini Tutorial Membuat Instagram Bingo
Lalu apa alasan Sanusi memberi nama durian itu Kasian? Kasian diambil dari nama dusunnya yakni Kasin.
“Kenapa kasian? Karena nama dusunnya Kasin jadi namanya durian ini Kasian aja,” ungkap Sanusi.
Sanusi pun berkesempatan mencicipi durian yang baru saja diberi nama.
Menurutnya, rasa durian yang disantapnya itu mantap, ada rasa pahitnya sedikit. Durian yang satu ini memiliki rasa yang berbeda dengan durian jenis lainnya.
Yang spesial lagi, ternyata buah durian itu berbuah dari pohon yang usianya sudah puluhan tahun yakni 70 tahun.
“Semoga durian kasian ini banyak digemari masyarakat luas,” ucapnya.
Sanusi sangat mendukung ke depan Desa Jombok itu menjadi Desa Wisata Duren. Mengapa demikian? Sebab 80 persen dari 1.200 kepala keluarga di Desa Jombok merupakan penghasil durian.
“Melihat di sini setiap rumahnya punya pohon durian. Sehingga ke depan agar bisa menjadi desa wisata durian di Kabupaten Malang,” jelas mantan Wakil Bupati ini.
Baca Juga : Klarifikasi, Said Didu Kirim Surat Terkait Tuntutan Permintaan Maaf Luhut Pandjaitan
Kemudian setiap tahun di Desa Jombok itu bisa memanen kurang lebih 50 ribu buah durian. Dengan cita rasa duriannya manis dan pahit yang khas.
Sementara itu, dalam Bazar Durian Jombok dan Bibit Pohon terdapat 35 stand dengan kurang lebih 3 ribu buah durian yang disuguhkan kepada pengunjung.
Sedangkan jumlah pengunjung mencapai kurang lebih 2 ribu orang.
