Screenshot Facebook
Screenshot Facebook

MALANGTIMES - Sebuah unggahan di media sosial Facebook menjadi viral dan banyak diperbincangkan publik. Dalam postingan itu, sang istri sengaja curhat lantaran ijazah suaminya dihilangkan pihak BRI Syariah, tempat suaminya bekerja sebelum di PHK.

Akun Azzamatul Jazuli mengunggah pengalaman suaminya itu di media sosial miliknya, Selasa (10/3/2020) pukul 10:18 WIB. Dalam unggahannya itu, perempuan yang kini berdomisili di Pasuruan tersebut meluapkan kekesalannya. Karena hingga sekarang, tak ada itikad baik dari perusahaan mantan suaminya bekerja itu berkaitan dengan ijazah yang hilang.

Baca Juga : Bukunya Viral Jadi Barang Bukti Kasus Anarko, Tere Liye Beri Respon Begini

Dalam unggahannya juga, Azzamatul Jazuli menyebutkan secara gamblang tempat suaminya bekerja tersebut. Dia menyampaikan jika sang suami bekerja di BRI Syariah kantor cabang Malang yang juga merupakan anak cabang BRI Syariah Pasuruan. Kantor suaminya bekerja di Jln panglima sudirman, Kota Malang.

Berikut ini curhatan sang istri di media sosial yang sampai saat ini masih ramai diperbincangkan.

"Assalamualaikum...
saya akan membagikan curahan emosi yang belum tersalurkan....
apabila teman-teman membaca tulisan ini, monggo disilahkan membagikan kemananpun, sehingga bisa berhati-hati
mohon maaf apabila saya tidak menyamarkan nama perusahaan.
kami hanya manusia biasa yang tak luput dari khilaf, dan khususnya saya sebagai seorang istri yang terlalu sayang keluarga.
3 tahun  yang lalu, suami saya diterima kerja di suatu perusahan perbankan akan kami sebut saja BRI syariah kantor cabang malang, dan suami saya lokasi kerjanya di BRI syariah anak cabang pasuruan di Jln panglima sudirman lupa nomor berapa.
beberapa bulan lalu suami dan teman-temannya tidak di lanjutkan kontrak kerja alias diPHK,.
ikhlas dan alhamdulillah anggap saja liburan 1 bulan off, trus sekarang sudah kerja lagi..dan untungnya tanpa IJAZAH, lho kq bisa....namanya rizki tak akan tertukar hehehe
hal ini lah yang akan kami share,btw teman-teman pikir lagi apabila cari kerja,nggeh,kita memang butuh kerja untuk dapetin penghasilan,,tp sayang sekali apabila pihak perusahan minta menahan ijazah, hello kita niat kerja tidak main-main...
setelah resmi keluar dari perusahaan otomatis diambil dong itu ijazah,,astghfirulloh IJAZAH nya HILANG guys,,entah nyakut dimana itu ijazah,,mas mbk bos itu ijazah S1 lo.....kita bisa sampai S1 itu  syukur alhamdulillah..
dan kami pun tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada tanda terimanya..gampang urus lagi ke kampus,,tp yang keluar itu bukan ijazah asli,,hanya copiannya guys,,nyesek ndak seeeeeh
jadi selama 5 bulan setelah di PHK tiada kejelasan bagaimana nasib itu ijazah, sampai saya tulis disini hari ini, nomor WA suami diblok sama mantan bos nya yang di BRI Syariah Malang, seakan-akan lepas tanggung jawab,padahal dia waktu itu yang menerima dan menyimpan itu ijazah, sekaligus tanda tangan awal kontrak kerja,,alasan masih dicari....itu kan termasuk file penting,,tidak terbayangkan amburadulnya...
sekelas perusahaan BRI Syariah seceroboh itu....Guys pastinya tidak tiap hari nyari lah ini sudah 5 bulan lo tanpa kejelasan, dan untungnya suami putus kontrak dan ketahuan itu ijazah hilang,,kalau sampai beberapa tahun lagi....gak kebayang deh....
so cerita kami jadikan pengalaman ya guys,,,berhati-hati,,banyak orang yang sok gaya kalo bersedia tanggung jawab tp dasarnya dia tidak memiliki sikap tanggung jawab,
tidak ada yang bersuara satupun dalam perusahaan tersebut,,SAYALAH YANG BERTANGGUNG JAWAB!!!!!,,,
mereka semua seakan lempar batu sembunyi tangan,,,
SABAR lah mungkin ini,,awal dari kesuksesan kami,,,Aamiiin...
#justshare...
#viralkan

wassalam," tulis akun Azzamatul Jazuli.

Penasaran dengan kebenaran curhatan itu, MalangTIMES kemudian menghubungi langsung Azzamatul Jazuli pasca mendapatkan nomor seluler yang bersangkutan. Curhatan tersebut pun langsung dibenarkan Azzamatul.

Dia menyampaikan, suaminya telah bekerja di BRI Syariah Kantor Cabang Malang selama tiga tahun. Kemudian awal November 2019 lalu kontrak sang suami diputus. Namun saat pemutusan tersebut suaminya tak langsung menanyakan keberadaan ijazahnya yang ditahan.

"Waktu itu kakak saya meninggal, jadi suami nggak fokus dengan ijazahnya. Baru Desember lalu suami saya ke Malang untuk ambil ijazah. Tapi ternyata ijazahnya nggak ditemukan," katanya.

Upaya meminta kembali ijazah S1 milik sang suami pun kembali dilakukan pada Januari dan Februari 2020. Namun lagi-lagi tak ada hasil yang didapatkan. Sampai sekarang, ijazah milik suaminya pun belum diterima kembali.

Padahal, ijazah Strata 1 milik sang suami itu amat berharga untuk dapat dijadikan sebagai acuan mencari pekerjaan lagi. Meski saat ini sang suami telah mendapatkan pekerjaan lain, namun dia tetap berharap agar perusahaan tetap bertanggungjawab atas hilangnya ijazah tersebut.

"Dulu nggak ada perjanjian, itu yang buat suami saya juga bingung. Karena sekarang ijazahnya hilang," tambahnya.

Bahkan, belum lama ini menurutnya sang suami terpaksa mengurus surat kehilangan ke kantor kepolisian. Namun saat diurus lagi ke pihak perguruan tinggi, saat itu bukan ijazah asli yang diberikan. Melainkan foto copy dari ijazah milik sang suami.

"Itu yang bikin kami kecewa juga," imbuh dia.

Baca Juga : Balada Susilo: Hidup di Gigir Kemiskinan Tanpa Jaring Sosial Pemerintah

Perempuan yang berprofesi sebagai guru honorer itu pun tak berharap muluk-muluk. Namun dia meminta agar pihak BRI Syariah memiliki itikad baik untuk memberi penjelasan terkait dengan hilangnya ijazah milik sang suami.

"Kami minta dicarikan solusi yang tepat saja," pungkasnya.

Sebelumnya, praktik menahan ijazah sudah terbilang lumrah terjadi di Indonesia. Tak sedikit perusahaan yang menerapkan praktik tersebut dengan alasan agar pegawai tak memutus kontrak di tengah jalan. Namun pada dasarnya, aturan tersebut tak ada dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Hal itu juga ditegaskan Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Erik Setyo Santoso yang menyebut jika menahan ijazah pegawai tidak diperbolehkan. Hal iu mengacu pada Peraturan Provinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Dalam Pasal 42 ditegaskan jika pengusaha dilarang menahan atau menyimpan dokumen asli yang sifatnya melekat pada pekerja sebagai jaminan. "Jika mengacu pada ketentuan tersebut, maka itu (menahan ijazah) tidak diperbolehkan," terang Erik.

Sampai diturunkannya berita ini, MalangTIMES tengah berusaha untuk melakukan konfirmasi kepada pihak BRI Syariah.